Gubernur Sumsel: Jika Disalurkan dengan Tepat, Dana CSR Beri Efek Sejahterakan Masyarakat

Jelas HD, Telkom menjadi salah satu sektor bisnis yang tidak terdampak dari pandemi Covid-19. Bahkan, meraih keuntungan lebih besar jika dibandingkan sebelum datangnya wabah virus Covid-19 di Indonesia.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru (HD) mengatakan, apabila dana corporate social responsibility (CSR) disalurkan dengan tepat akan memberikan efek bagi kesejahteraan masyarakat.

"Silahkan salurkan kepada masyarakat dengan tepat agar membantu masyarakat yang kurang mampu di Sumsel,” ujar Gubernur Herman Deru.

Hal itu disampaikannya ketika menerima audensi jajaran pimpinan PT Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Sumsel beserta jajaran di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis.
 
Ia mengatakan, sebagai perusahaan BUMN, PT Telkom tentu memiliki dana CSR yang cukup besar. Jika disalurkan dengan tepat akan memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat. 

HD juga mendorong agar Telkom ikut memberikan arahan kepada anak perusahaannya, seperti Telkomsel untuk turut memberikan bantuan kepada warga Sumsel, terutama di masa pendemi Covid-19 saat ini. 

“Bisa saja bantuan yang diberikan dalam bentuk kuota internet bagi pelajar di Sumsel. Sehingga proses pembelajaran siswa secara daring bisa berjalan dengan baik serta mengurangi beban orang tua siswa,” ucapnya. 

Jelas HD, Telkom menjadi salah satu sektor bisnis yang tidak terdampak dari pandemi Covid-19. Bahkan, meraih keuntungan lebih besar jika dibandingkan sebelum datangnya wabah virus Covid-19 di Indonesia. 

“Telkom tidak ikut terdampak dari pandemi Covid-19. Mereka malah mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari tahun sebelumnya karena diterapkannya WFH,” tutupnya.

Sementara itu, General Manager Telkom Wilayah Telekomunikasi Sumsel, Mustakim Wahyudi mengatakan, telah memiliki mitra binaan di Sumsel. Mitra tersebut menjadi bagian dari penyaluran CSR perusahaan tersebut. 

“Bentuknya beragam yang kita berikan untuk mitra usaha tersebut, mulai dari pedagang pempek, pengusaha ikan lele, songket dan lain sebagainya,” jelas Mustakim Wahyudi. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top