Diduga Mafia Tanah, Wanita Eks Pegawai Kanwil BPN Diringkus Polda Jambi

Penangkapan terhadap mafia tanah tersebut juga dibenarkan Direskrimum Polda Jambi, Kombes Aswandi Irwan. "Dia dulu pegawai Kanwil BPN Jambi, tetapi sekarang sudah pensiun," katanya.



JAMBI, IPHEDIA.com - Jajaran Polda Jambi menangkap seorang perempuan yang diduga mafia tanah, Sabtu. Tersangka merupakan eks pensiunan pegawai Kanwil BPN Jambi yang kini telah pensiun. 

Penangkapan terhadap terduga mafia tanah tersebut juga dibenarkan Direskrimum Polda Jambi, Kombes Aswandi Irwan. "Dia dulu pegawai Kanwil BPN Jambi, tetapi sekarang sudah pensiun," katanya.

Ia menyebut, tersangka Asnidar (59) diduga telah memalsukan surat tanah seluas sekitar 960 meter persegi, dan perbuatan ini menurutnya dilakukan saat tersangka masih berdinas di Kanwil BPN Jambi.

Tanah tersebut saat ini telah dijual kepada Ambo Intang dan berselang berjalannya waktu tanah itu di klaim merupakan tanah milik tersangka dan dijual kepada korban sebesar Rp450 juta. 

"Tersangka ini diduga melibatkan berbagai pihak, baik itu bisa dari pihak kelurahan dan lainnya. Nantinya berbagai pihak yang terlibat akan kita panggil dan periksa. Ini tentu sudah masuk ranah kejahatan mafia tanah. Pelapor yang juga korban telah mengalami kerugian Rp450 juta atas pemalsuan dokumen tanah itu," ujar Kaswandi.

Setelah dibeli, ada warga yang mengaku tanah yang dibeli pertama oleh korban senilai Rp450 juta sudah ada yang punya. Korban merasa dirugikan sehingga tersangka dilaporkan.

Sementara itu, tersangka Asnidar sendiri mengaku bahwa tanah tersebut miiliknya. "Itu tanah saya, saya jual tanpa ada hal-hal yang disebut nipu gitu. Saya juga kaget, kok bisa ada orang lain mengaku itu tanah dia. Biarlah nanti kita buktikan di pengadilan karena saya tidak bersalah," ujar Asnidar setelah diperiksa polisi. (Ary/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top