Biden Desak Gencatan Senjata, Netanyahu: Israel Terus Bertempur

Seorang pejabat senior Hamas, Moussa Abu Marzouk, juga mengatakan pada Rabu malam waktu setempat dalam sebuah wawancara dengan TV al-Mayadeen Lebanon bahwa dia memperkirakan Israel dan militan Gaza akan mencapai gencatan senjata dalam satu atau dua hari, yang mengakhiri kekerasan lintas perbatasan.

Foto: Reuters

GAZA, IPHEDIA.com - Militan Israel dan Gaza berjanji untuk terus bertempur meskipun Presiden AS, Joe Biden, mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengupayakan de-eskalasi untuk gencatan senjata.

Sumber keamanan Mesir mengatakan kedua belah pihak pada prinsipnya telah menyetujui gencatan senjata setelah bantuan dari mediator, meskipun rinciannya masih dirundingkan secara rahasia.

Seorang pejabat senior Hamas, Moussa Abu Marzouk, juga mengatakan pada Rabu malam waktu setempat dalam sebuah wawancara dengan TV al-Mayadeen Lebanon bahwa dia memperkirakan Israel dan militan Gaza akan mencapai gencatan senjata dalam satu atau dua hari, yang mengakhiri kekerasan lintas perbatasan.

Sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, pejabat kesehatan Palestina mengatakan 228 orang telah tewas dalam pemboman udara yang memperburuk situasi kemanusiaan Gaza yang sudah mengerikan.

Otoritas Israel menyebutkan korban tewas 12 orang di Israel, di mana serangan roket berulang kali telah menyebabkan kepanikan dan membuat orang-orang bergegas ke tempat penampungan.

Upaya diplomatik regional dan yang dipimpin AS untuk mengamankan gencatan senjata telah meningkat tetapi sejauh ini gagal. Tembakan lintas perbatasan terus berlanjut setelah seruan terakhir Biden untuk tenang, dan penguasa Islam Gaza Hamas dan militan lainnya juga menentang.

Netanyahu telah berulang kali memuji apa yang dia gambarkan sebagai dukungan dari Amerika Serikat, sekutu utama Israel, untuk hak membela diri dalam memerangi serangan dari Gaza, rumah bagi dua juta warga Palestina.

Tetapi Biden memberi tahu pemimpin Israel itu melalui panggilan telepon bahwa sudah waktunya untuk menurunkan intensitas konflik.

"Kedua pemimpin melakukan diskusi rinci tentang keadaan peristiwa di Gaza, kemajuan Israel dalam menurunkan kemampuan Hamas dan elemen teroris lainnya, dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung oleh pemerintah daerah dan Amerika Serikat," kata juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, kepada wartawan.

"Presiden menyampaikan kepada perdana menteri bahwa dia mengharapkan penurunan yang signifikan hari ini di jalan menuju gencatan senjata," tambahnya, melansir Reuters.

Di Perserikatan Bangsa-Bangsa, misi AS mengatakan tidak akan mendukung desakan Prancis untuk resolusi Dewan Keamanan. Pihaknya yakin tindakan semacam itu akan merusak upaya untuk menurunkan kekerasan. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top