Bermodal Kunci Duplikat, Pria Ini Bawa Kabur Mobil Janda

Setelah ditinggalkan korban beberapa saat, pelaku mengambil mobil milik korban dengan menggunakan kunci duplikat. Pelaku pamit dengan petugas jaga malam di cucian mobil tersebut pada Rabu sekira jam 22.00 WIB.



WAY PENGUBUAN, IPHEDIA.com - Jajaran Polsek Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, menangkap HS alias Heru (34) pelaku pembawa kabur mobil seorang janda alias single parent yang dititipkan di cucian mobil. 

Pelaku HS alias Heru, warga Kuala Sekampung Rt 02 Rw 01 Kampung Kuala Sekampung, Kecamatan Seragi, Kabupaten Lampung Selatan ini, ditangkap di Jalan Raya Kedaton, Kota Bandarlampung, Rabu sekira jam 22.00 WIB.

"Korbannya Euis Sunarti, warga Jalan Ratu Dibalau Gang Kasbun No. 08 RT 11 RW 01 Kelurahan Tanjung Senang, Bandarlampung," kata Kapolsek Way Pengubuan, Iptu Ali Mansur, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Kamis.

Korban Euis Sunarti yang single parent tersebut saat kejadian tinggal di tempat orang tuanya di Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah.

Ketika itu, korban menitipkan mobilnya Sedan Civic SR 4 GM tahun 1992, warna hijau metalik, Nopol BE 1816 AW, di cucian mobil (Stem Mobil Berkah Abadi) depan Gerbang Perumahan BTN Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan. 

Setelah ditinggalkan korban beberapa saat, pelaku mengambil mobil milik korban dengan menggunakan kunci duplikat. Pelaku pamit dengan petugas jaga malam di cucian mobil tersebut pada Rabu sekira jam 22.00 WIB.

Keesokan harinya pelaku menghubungi korban dengan mengatakan mobil korban dibawa pelaku untuk pulang mengantar kue dan uang ke rumah pelaku di Lampung Selatan selama 1 hari. Namun, hingga saat korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Way Pengubuan, mobil itu tidak kunjung dikembalikan pelaku.

Untuk diketahui, antara korban dengan pelaku merupakan teman dan saling kenal akrab. Bahkan, sebelum ditangkap, pelaku sempat dihubungi korban untuk menanyakan posisinya berada dimana. Setelah mendapatkan infomasi tersebut, akhirnya pelaku ditangkap ketika hendak menjual mobil korban.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 372 KUHPidana dan atau 363 KUHPidana, diancaman dengan hukuman penjara selama 4 sampai 7 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top