Ayah Tak Bermoral Tega Merudapaksa Anak Kandung Ditangkap Polsek Seputih Raman

"Pelaku AH menyetubuhi korban anak kandungnya sendiri dilakukan di rumahnya saat keadaan rumah dalam keadaan sepi," kata Kapolsek Seputih Raman, Iptu Chandra Dinata, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.IK, SH.



SEPUTIH RAMAN, IPHEDIA.com – Inisial AH (34) seorang ayah yang tidak bermoral, warga Rejobasuki 4 Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, tega merudapaksa anak kandungnya sendiri --sebut saja namanya Bunga (15) yang masih bersekolah.

"Pelaku AH menyetubuhi korban anak kandungnya sendiri dilakukan di rumahnya saat keadaan rumah dalam keadaan sepi," kata Kapolsek Seputih Raman, Iptu Chandra Dinata, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.IK, SH., Senin.

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan nenek korban ke Polsek Seputih Raman. Kejadiannya pertama kali dilakukan pelaku pada tanggal 5 Mei 2021 jam 13.00 WIB lalu. Saat itu istri pelaku dan merupakan ibu kandung korban Bunga sedang tidak ada di rumah karena pergi ke pasar.

Candra menjelaskan, pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap anaknya sejak tahun 2020. “Perbuatan bejat ini selalu dilakukan di rumah ketika ibu korban atau istri tersangka bersama anaknya yang kecil sedang pergi ke pasar. 

Ironisnya, perbuatan bejat ini pernah dilakukan tersangka ketika istri dan anaknya yang kecil sedang tidur atau rumah dalam keadaan sepi. "Korban tak berdaya menolak pelaku karena di bawah tekanan dan diancam,” ujarnya.

Karena pelaku berpindah-pindah tempat, ada waktu jedah penangkapannya. Namun akhirnya pelaku ditangkap personil Polsek Seputih Raman di Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). 

“Ada informasi pelaku bersembunyi di rumah saudaranya di Tanjungbintang, Sabtu, 22 Mei 2021 sekitar jam 13.00 WIB. Dari informasi tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Seputih Raman langsung cepat bergerak melakukan penangkapan. Pelaku ditangkap sekitar jam 19.30 WIB saat naik ojek dan hendak melarikan diri lagi ke Pulau Jawa,” ungkap Candra.

Sebagai barang bukti, jelas Candra, pihaknya mengamankan satu bantal warna pink bergambar Hello Kitty untuk menyekap korban saat disetubuhi, celana coklat milik korban, satu BH pink milik korban, satu kaos oblong warna putih milik korban, satu jeans levis milik korban, dan sprei.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 3 Perppu No.1/2016 Jo Pasal 76 D UU No. 35/2014. “Pelaku terancam hukuman lima belas tahun penjaranya,” tegasnya. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top