Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Masuknya WNA ke Indonesia

Ia meminta pemerintah menjelaskan tujuan datangnya 85 WN China ke Indonesia secara gamblang dan apa adanya. Menurutnya, agar isu ini tidak menjadi bola liar, pemerintah harus gamblang menjelaskan ke publik alasan dan tujuan mereka masuk Indonesia.



JAKARTA, IPHEDIA.com - Di tengah kebijakan larangan mudik bagi masyarakat, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyoroti masuknya Warga Negara China ke Indonesia. Masuknya WN China merupakan tindakan kurang peka yang dapat mengundang pertanyaan publik. 

Ia meminta pemerintah menjelaskan tujuan datangnya 85 WN China ke Indonesia secara gamblang dan apa adanya. Menurutnya, agar isu ini tidak menjadi bola liar, pemerintah harus gamblang menjelaskan ke publik alasan dan tujuan mereka masuk Indonesia. 

"Masyarakat sedang sensitif dan resah karena pelarangan  mudik lebaran yang merupakan tradisi tahunan, apalagi tahun sebelumnya juga sudah terjadi pelarangan mudik.  Pemerintah seharusnya peka. Masyarakat dilarang mudik, tapi WN China bisa masuk ke Indonesia," ungkap Netty dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Politisi Fraksi PKS ini mengungkapkan, masyarakat pasti akan bertanya-tanya mengapa WN China dibiarkan masuk ke Indonesia, padahal  masyarakat dilarang mudik dan dilakukan banyak penyekatan. Ia tidak menginginkan publik menilai pemerintah inkonsisten dalam kebijakan pengendalian Covid-19.

Ia juga mengingatkan pemerintah tentang bahaya lonjakan kasus yang masih mengintai. Apalagi, varian baru Covid-19 dari luar negeri juga sudah terkonfirmasi ada di Indonesia. Oleh karena itu, Netty kembali menekankan agar pemerintah melakukan pengetatan proses masuknya WNA ke Indonesia. 

"Jika tidak ingin menuai badai, pemerintah harus waspada. Prokes terhadap WNA yang masuk ke Indonesia harus  dilakukan dengan sangat ketat. Jangan ada lagi kejadian seperti mafia karantina dan mafia alat rapid test bekas yang membuat kita malu di mata internasional. Orang luar bisa saja berpikir kalau ada uang, semua peraturan di Indonesia bisa dikompromikan," tandasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top