Tingkatkan Nilai Tambah Produksi, Bangka Belitung Gandeng Investor Korea Selatan

Investor dari Korea Selatan yang berasal dari beberapa perusahaan tertarik untuk berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama di sektor pertanian dan perikanan.



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Untuk meningkatkan nilai tambah produksi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) siap menggandeng investor asing dari Korea Selatan.

Investor dari Korea Selatan yang berasal dari beberapa perusahaan tertarik untuk berinvestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama di sektor pertanian dan perikanan.

Sebagai strategi, Babel telah menyiapkan paparan yang akan mengarahkan investor pada investasi dari sisi pengelolaan atau hilirisasi komoditi sesuai kebijakan yang diterapkan Babel.  

"Kita menekankan investasi ini pada hilirisasi-hilirisasi komoditi apa saja yang dihasilkan oleh petani Babel, baik itu pertanian maupun perikanan, sehingga kita berharap ada value added di sini," papar Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, saat menerima kunjungan investor Korea Selatan yang datang untuk menjajaki peluang kerja sama investasi, Senin.

Komoditi pertanian dan perikanan yang Babel tawarkan adalah porang, jahe merah, lada, buah-buahan seperti nanas dan manggis. Pada komoditi perikanan, perusahaan ini tertarik pada cumi dan jenis ikan tertentu. Ekspor ini juga dilakukan ke pabrik tapioka atau sagu.

"Pada saat nanti pihak investor telah matang dalam menentukan pilihan investasi, Pemprov Babel akan segera berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota karena investasi ini akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota," tutupnya. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top