Taliban Tolak Pertemuan, Upaya Perdamaian di Afghanistan yang Didukung AS Ditunda

Penundaan itu menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi pemerintahan Biden dan NATO dalam mengatur jalan keluar yang tertib dari Afghanistan yang dilanda konflik. 

Foto: AP

KABUL, IPHEDIA.com - Taliban menolak pertemuan perdamaian Internasional antar pihak yang bertikai di Afghanistan ke kesepakatan pembagian kekuasaan dan memastikan keluarnya AS secara tertib dari negara itu, sehingga upaya perdamaian tersebut ditunda, menurut pengumuman sponsor, Rabu.

Keputusan itu diambil beberapa hari setelah gerilyawan Taliban, yang merupakan kunci upaya perdamaian, menolak konferensi yang dipromosikan AS di Istanbul yang menurut mereka sebagai tontonan politik yang melayani kepentingan Amerika.

Tidak ada tanggal baru yang diberikan untuk konferensi tersebut, yang akan dimulai Sabtu di bawah sponsor Perserikatan Bangsa-Bangsa, Turki dan Qatar. Menteri Luar Negeri Turki mengatakan konferensi itu ditunda sampai setelah bulan puasa Ramadhan yang berakhir pada pertengahan Mei.

Penundaan itu menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi pemerintahan Biden dan NATO dalam mengatur jalan keluar yang tertib dari Afghanistan yang dilanda konflik. 

Keduanya mengatakan mereka akan mulai menarik pasukan mereka yang tersisa - total hampir 13.000 - dari negara itu pada 1 Mei dan menyelesaikan penarikan pada 11 September, apa pun yang terjadi.

Hanya beberapa jam sebelum pengumuman penundaan, seorang pembom bunuh diri menyerang konvoi personel keamanan Afghanistan, melukai tujuh orang di ibu kota Kabul. Kementerian dalam negeri mengatakan warga sipil dan personel keamanan termasuk di antara yang terluka.

Serangan itu adalah yang pertama dalam beberapa minggu di ibu kota, bahkan ketika pembunuhan yang ditargetkan telah meningkat dan personel keamanan Afghanistan telah diserang tanpa henti oleh gerilyawan Taliban. 

Beberapa bulan terakhir juga terjadi peningkatan serangan pemboman pemerintah terhadap posisi Taliban yang dicurigai dan peningkatan serangan oleh pasukan khusus Afghanistan.

Warga khawatir serangan itu bisa menjadi pertanda dari apa yang akan terjadi saat pasukan asing bersiap untuk memulai penarikan terakhir mereka dari Afghanistan. Tidak ada yang langsung bertanggung jawab atas serangan itu.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, melansir Reuters mengatakan konferensi itu ditunda karena kurangnya kejelasan oleh para peserta, tanpa merinci lebih lanjut.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan mengatakan dalam pernyataannya Rabu bahwa konferensi itu akan diadakan di kemudian hari ketika kondisi untuk membuat kemajuan yang berarti akan lebih menguntungkan.

Hingga saat ini, Taliban telah menolak untuk menandatangani konferensi bahkan ketika Pakistan, tempat dewan kepemimpinan mereka berada, telah mendesak milisi Islam garis keras itu untuk hadir.

Taliban menuduh Washington melanggar perjanjian yang ditandatangani tahun lalu di mana AS akan menarik pasukan terakhirnya pada 1 Mei.

Tetapi Presiden Joe Biden, yang mewarisi kesepakatan itu dengan Taliban dari pendahulunya, pekan lalu mengatakan perkiraan 2.500 tentara yang tersisa akan mulai pergi pada 1 Mei. Semua tentara Amerika dan NATO akan pergi pada 11 September. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top