Setelah Tanah dan Bangunan, Kejati Sita 2 Mobil Mewah Tersangka Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Sebelum dilakukan penyitaan dan penyegelan yang dilakukan di halaman gedung Kejati Sumsel, tim penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah memeriksa rangka mesin dan kelengkapan kendaraan roda empat tersangka tersebut.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Tim penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menyita dua mobil mewah milik tersangka dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya, Eddy Hermanto, Jumat.

Sebelumnya, penyidik juga telah lebih dulu menyita tujuh bangunan beserta tanah milik mantan ketua pembangunan Masjid Sriwijaya itu, yang tersebar di 3 tempat yang berbeda di Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, Jumat, 16 April 2021.

"Penyidik sudah menyita tujuh bangunan milik EH dan kali ini penyidik kembali menyita mobil mewah milik tersangka," Kasubsi Humas Kejati Sumsel, M Fadli Habibi. 

Ia mengatakan, penyitaan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan untuk menghadapi kerugian negara bila nanti ada yang tidak dibayarkan oleh tersangka Eddy Hermanto (EH). Adapun kedua kendaraan mobil mewah milik tersangka yang disita itu, yakni Pajero Sport hitam BG 317 JO tahun 2017 dan Honda HRV merah BG 83 LL tahun 2016.

Sebelum dilakukan penyitaan dan penyegelan yang dilakukan di halaman gedung Kejati Sumsel, tim penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah memeriksa rangka mesin dan kelengkapan kendaraan roda empat tersangka tersebut.

Diketahui, kasus ini berdasarkan temuan penyidik yang menduga terjadi korupsi uang negara yang dikeluarkan melalui APBD Sumsel dalam pembangunan Masjid Sriwijaya yang berada di Jalabaring Palembang tersebut. 

Penyidik mensinyalir dana hibah dari Pemprov Sumsel sebesar Rp130 miliar pada 2015 dan 2017 yang digunakan untuk penimbunan dan konstruksi beton hingga rangka atap tidak sesuai dengan kontrak. Alhasil, pembangunan menjadi mangkrak sejak 2018.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya ini penyidik telah menetapkan empat tersangka, masing-masing Ketua Divisi Lelang Panitia Pembangunan Syarifudin dan Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Yudi Arminto.

Kemudian, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya, Eddy Hermanto, dan kontraktor KSO dari PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi Kridayani. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top