Safari Jumat, Bupati Tanjabbar Serahkan Bantuan CSR Untuk Musolah

Kali ini, Bupati dan Wabup Tanjabbar, anggota DPRD, Sekda, asisten, staf ahli, para kepala OPD dan kepala bagian terkait melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, Jumat.



TANJAB BARAT, IPHEDIA.com - Bupati Tanjabbar, KH Drs Anwar Sadat, M.Ag., beserta jajarannya kembali melakukan Safari Jumat sebagaimana yang telah di susunnya sebagai kegiatan rutin Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat selama dirinya menjabat.

Kali ini, Bupati dan Wabup Tanjabbar, anggota DPRD, Sekda, asisten, staf ahli, para kepala OPD dan kepala bagian terkait melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, Jumat.

Sudah jadi tradisi dimana sebelum melaksanakan shalat Jumat selalu diadakan penyampaian susunan pelaksana shalat Jumat dan mengumumkan pemasukan/pengeluaran masjid.

Setelah menyampaikan pengumuman pemasukan/pengeluaran Masjid Jami Al-Muhajirin Tebingtinggi, Bupati Tanjabbar pun diberikan kesempatan menyampaikan beberapa poin penting.

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat secara rutin akan melaksanakan kegiatan Program Sambang Desa, yang salah satunya dikemas dalam kegiatan Safari Jumat atau yang disebut Jumat Berkah.

Adapun tujuan dilaksanakannya Safari Jumat, menurut bupati, untuk melihat kondisi desa dan mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Sinergi ini agar dapat mempercepat apa yang selama ini belum tersentuh oleh Pemerintah Tanjab Barat, terutama pembangunan," ujar bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa akan memberikan bantuan kepada Imam masjid dan bilal sebanyak 2009 orang, 1609 guru madrasah dan 250 guru pondok pesantren dalam bentuk kartu ATM serta bantuan kesehatan yang tidak tercover oleh BPJS/KIS. 

Kemudian, membantu tempat ibadah dan Ponpes yang membutuhkan, seperti masjid, surau, mushola melalui sumber dana CSR, dengan tujuan kenyamanan dan keamanan.

Materi khutbah yang disampaikan bupati saat itu bertemakan “Kebobrokan dan Kehancuran Negeri Sebab Adanya Kedzoliman”, sebagaimana yang termaktub dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim.

“Ketika Allah berbicara tentang kehancuran dan kebobrokan dalam firman-Nya, dinyatakan bahwa kehancuran sebuah negeri diturunkan karena adanya kezholiman dan sebaliknya. Kezholiman tersebut, baik kepada sesama manusia maupun kepada alam sekitarnya,” terang bupati.

”Untuk itu, dalam menghadapi bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi, mari kita minta memohon ampun kepada Allah dan minta maaf kepada sesama, jangan mengulangi lagi kezaliman yang pernah dilakukan, sehingga bumi yang diamanahkan kepada kita, dapat kita jaga dan memanfaatkannya dengan baik," ujar bupati menambahkan. (Vid/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top