Rusia Perintahkan Pasukan Kembali ke Pangkalan Setelah Penumpukan di Dekat Ukraina

Dalam sebuah tweet, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina menyambut baik setiap langkah untuk mengurangi kehadiran militer & meredakan situasi di Donbas (timur Ukraina), seraya menambahkan berterima kasih kepada mitra internasional atas dukungan mereka.

Foto: Reuters

UKRAINA, IPHEDIA.com - Rusia pada Kamis waktu setempat mengumumkan bahwa mereka memerintahkan pasukan kembali ke pangkalan dari daerah dekat perbatasan dengan Ukraina, mengakhiri penumpukan puluhan ribu tentara yang telah membuat khawatir Barat.

Mata uang Rusia dan Ukraina naik tajam setelah pengumuman itu, menandakan bantuan di antara investor hanya beberapa jam setelah Rusia juga mengakhiri permainan perang di Krimea, semenanjung yang diduduki dan dianeksasi dari Ukraina pada 2014.

Penarikan pasukan yang dikonfirmasi dibawa di atas kontingen permanen disambut negara-negara Barat yang telah menyatakan kekhawatiran atas prospek intervensi Rusia lebih lanjut di Ukraina timur. Separatis yang didukung Rusia telah memerangi pemerintah Ukraina di wilayah tersebut sejak 2014.

Juru bicara presiden Ukraina mengatakan bulan ini bahwa Rusia memiliki lebih dari 40.000 tentara yang dikerahkan di perbatasan timur Ukraina dan lebih dari 40.000 di Krimea. Sekitar 50.000 di antaranya adalah penempatan baru, katanya. 

Dalam sebuah tweet, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina menyambut baik setiap langkah untuk mengurangi kehadiran militer & meredakan situasi di Donbas (timur Ukraina), seraya menambahkan berterima kasih kepada mitra internasional atas dukungan mereka.

Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengatakan kepada Reuters dilansir Jumat, Kyiv tidak tahu apakah Moskow bermaksud melancarkan serangan atau tidak, dan mengatakan Barat harus menjelaskan akan mendukung Ukraina jika Rusia melakukannya.

"Jadi sekarang bisa pergi ke kedua arah," kata Kuleba. "Dan inilah mengapa reaksi Barat, reaksi terkonsolidasi dari Barat, sangat penting sekarang, untuk mencegah Putin membuat keputusan itu."

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan Washington mengetahui pengumuman Rusia dan mengamati situasi di perbatasan dengan cermat. "Kami telah mendengar kata-kata. Saya pikir yang akan kami cari adalah tindakan," kata Price. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top