Roket Serang Dua Pangkalan Udara Myanmar

Lima roket ditembakkan ke salah satu pangkalan udara utama negara itu, di Meiktila, yang juga berada di Myanmar tengah, di sebuah peternakan di sebelah utara pangkalan, tetapi tidak ada kerusakan atau korban jiwa.

Foto: AFP/STR via CNA

MYANMAR, IPHEDIA.com - Penyerang tak dikenal menembakkan roket ke dua pangkalan udara Myanmar pada Kamis, tetapi tidak ada korban dan hanya kerusakan kecil sebagai tanda lain dari memburuknya keamanan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih tiga bulan lalu.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang dikonfirmasi oleh militer dalam jumpa pers.

Sementara angkatan bersenjata telah memerangi pemberontak di daerah perbatasan terpencil selama beberapa dekade, serangan terhadap fasilitas militer terkenal di daerah pusat jarang terjadi.

Dalam serangan pertama, empat roket ditembakkan ke sebuah pangkalan udara dekat pusat kota Magway pada dini hari, seorang penyiar pada jumpa pers militer mengatakan pada sebuah feed yang diposting di internet.

Tiga dari roket menghantam pertanian dan satu jatuh di jalan. Satu bangunan di pangkalan itu rusak ringan tetapi tidak ada yang terluka.

Kemudian, lima roket ditembakkan ke salah satu pangkalan udara utama negara itu, di Meiktila, yang juga berada di Myanmar tengah, di sebuah peternakan di sebelah utara pangkalan, tetapi tidak ada kerusakan atau korban jiwa.

"Proses keamanan sedang berlangsung untuk menangkap para penyerang," kata penyiar, melansir Reuters.

Seorang reporter, Than Win Hlaing, yang berada di dekat pangkalan Meiktila pada saat itu, memposting klip video yang berisi suara salah satu roket yang terbang di atas diikuti dengan ledakan.

Sejak penggulingan 1 Februari dari pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi, protes pro-demokrasi telah mengguncang kota-kota. Militer telah menindak dengan kekuatan mematikan, menewaskan 756 orang, menurut laporan kelompok aktivis.

Pertempuran antara militer dan pemberontak etnis minoritas juga berkobar sejak kudeta dengan militer melancarkan banyak serangan udara di tanah perbatasan di utara dan timur.

Secara terpisah, kantor berita Bago Watch melaporkan serangkaian ledakan di fasilitas penyimpanan senjata dekat pusat kota Bago pada Kamis. Namun tidak menyebutkan korban atau memberikan penyebab ledakan.

Militer menuduh pengunjuk rasa memicu serangkaian ledakan kecil di kota-kota dan mengutip selama beberapa pekan terakhir. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top