Polsek Padangratu Lumpuhkan Pelaku Penyekapan dan Pemerkosa Kenalan Lewat Medsos

Selain membekuk pelaku, polisi mengamankan barang bukti, berupa mobil Honda Freed B 2043 UBC warna abu-abu metalik milik korban dari tangan pelaku, senjata tajam jenis pisau milik pelaku, 2 HP merek Samsung A7 dan OPPO A9 milik korban serta tas selempang warna coklat milik pelaku.



PADANGRATU, IPHEDIA.com - MS alias Merhan (28) warga Kampung Gedungsari, Kecamatan Anakratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap korbannya lewat kenalan di media sosial (Medsos) dibekuk jajaran Polsek Padangratu.

"Korbannya Megawati (51) warga Jalan Swasembada Barat Kelurahan Kebun Bawang, Tanjung Priok, Kodya Jakarta Utara," kata Kapolsek Padangratu, Kompol Muslikh, mewakili Kapolres Lampung Tengah, Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Kamis.

Penangkapan terhadap pelaku ini setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di dalam mobil Honda Freed B 2043 UBC warna abu-abu metalik ada seorang wanita yang ketakutan sedang memperbaiki mobilnya di bengkel Kampung Gedungsari, Kecamatan Anakratu Aji, Lampung Tengah.

Setelah mendapatkan informasi itu, personil Polsek Padangratu melakukan pengejaran dan mencegat mobil tersebut di Dusun Tretek, Kampung Gedungratu, Kecamatan Anakratu Aji, Lampung Tengah, Rabu, 21 April 2021 sekira jam 13.00 WIB. "Ketika dihentikan, pelaku berusaha melawan dan dilakukan tindakan tegas terukur," kata Muslikh.

Kapolsek Padangratu menyebut, awalnya korban Megawati berkenalan lewat Facebook dengan pelaku yang mengaku bernama Duha pada bulan Januari 2021. Lewat perkenalan tersebut, Duha mengaku sebagai anggota TNI AU serta meminta transfer uang kurang lebih sudah Rp17 juta. 

Kemudian, pada Senin, 19 April 2021 pelaku kembali menghubungi korban dengan alasan ibunya sedang sakit dan meminta korban agar dapat ke Lampung untuk membawa ibunya ke rumah sakit.

Dengan mengendarai mobil Honda Freet sendirian, korban berangkat dari Jakarta menuju Lampung, Selasa, 20 April 2021. Sekira jam 22.00 WIB, korban tiba di daerah Kotabumi, tempat yang dijanjikan. 

Saat bertemu pelaku (MS alias Merhan), korban tidak kenal karena foto yang di medsos berbeda dengan muka pelaku. Saat itu, pelaku menjawab bahwa ia adalah keponakan pelaku dan disuruh menjemputnya, sementara orang yang mengaku bernama Duha, disebut pelaku, menunggu di rumah.

Kemudian, korban diajak pelaku untuk berangkat ke rumah Duha. Namun, ternyata korban diarahkan ke kebun jagung di daerah Kampung Srimulyo, Kecamatan Anakratu Aji, Lampung Tengah. Di kebun tersebut kaki dan tangan korban di ikat, mulut disumbat dan diperkosa oleh pelaku. 

Tak hanya itu, korban juga diancam akan dibunuh bila tidak mau memberi pelaku uang Rp50 juta. Lalu, pelaku merampas HP korban. Karena tak mau memberitahu PIN HP-nya, pelaku marah dan memukuli korban.

Ikatan korban baru dilepas pelaku, Rabu, 21 April 2021 sekira jam 10.00 WIB. Selanjutnya, korban dibawa keluar dari kebun, dan dengan mengendarai mobil korban berputar-putar sambil pelaku tetap mengancam mau membunuh korban bila tidak mau memberi uang Rp50 juta. Perlakuan pelaku kepada korban ini ada saksi yang melihat dan memberikan informasinya kepada polisi.

Selain membekuk pelaku, polisi mengamankan barang bukti, berupa mobil Honda Freed B 2043 UBC warna abu-abu metalik milik korban dari tangan pelaku, senjata tajam jenis pisau milik pelaku, 2 HP merek Samsung A7 dan OPPO A9 milik korban serta tas selempang warna coklat milik pelaku.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHPidana dan atau Pasal 333 KUHPidana dan atau 285 KUHPidana dan atau 378 KUHPidana dengan acaman hukuman penjara selama 12 tahun penjara. (Bi2t/Ip)
 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top