Polisi Ceko Tahan Lima Tersangka Terkait Pasukan Pro-Rusia di Ukraina

Kantor Kejaksaan Tinggi Praha mengatakan lima orang yang ditahan belum dituntut tetapi ditahan karena dicurigai melakukan tindakan teroris, mendanai terorisme, dan mendukung terorisme.

Ilustrasi

CEKO, IPHEDIA.com - Polisi Ceko telah menahan lima orang karena dicurigai melakukan pelanggaran terkait terorisme dalam pertempuran di pihak pasukan separatis pro-Rusia di timur Ukraina, kata jaksa penuntut pada Rabu.

Kantor Kejaksaan Tinggi Praha mengatakan lima orang yang ditahan belum dituntut tetapi ditahan karena dicurigai melakukan tindakan teroris, mendanai terorisme, dan mendukung terorisme.

"Tindakan kriminal ini terkait dengan keterlibatan warga Ceko dalam pertempuran di timur Ukraina di sisi yang disebut (pemberontak) Republik Rakyat Donetsk," katanya dalam sebuah pernyataan.

Penangkapan itu terjadi di tengah ketegangan tinggi antara Praha dan Moskow menyusul tuduhan Ceko bahwa intelijen militer Rusia berada di balik ledakan tahun 2014 di gudang senjata dan amunisi yang menewaskan dua orang.

Negara Eropa tengah pada Sabtu mengusir 18 staf Kedutaan Besar Rusia, yang diidentifikasi sebagai petugas intelijen, karena masalah tersebut. Moskow menyangkal ada agennya yang terlibat, mencap sikap Ceko sebagai provokasi dan mengusir 20 diplomat Ceko dan staf lainnya sebagai pembalasan.

Polisi Ceko di Twitter mengatakan tidak ada hubungan antara kedua penyelidikan tersebut. Seorang juru bicara polisi mengatakan rincian lebih lanjut akan dirilis Rabu malam.

Public Czech Radio melaporkan, mengutip informasi dari penyelidikan seperti melansir Reuters, bahwa penangkapan tersebut menargetkan kelompok paramiliter dan bahwa salah satu anggotanya telah berjuang untuk pihak pemberontak di Ukraina dan sekembalinya dia telah mengumpulkan uang untuk mengirim orang lain.

Beberapa warga Ceko lainnya telah menghadapi persidangan di masa lalu terkait pertempuran antara pemberontak separatis yang didukung Rusia dan tentara Ukraina di mana pemerintah Kyiv mengatakan sekitar 14.000 orang telah tewas sejak 2014.

Perselisihan Ceko-Rusia atas ledakan gudang senjata tahun 2014 telah memperburuk ketegangan antara Rusia dan Barat atas apa yang oleh sekutu Ukraina disebut sebagai pembangunan provokatif pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina dan di Krimea, semenanjung yang dianeksasi Moskow dari Kyiv tujuh tahun yang lalu.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan pada Selasa bahwa Rusia akan segera memiliki lebih dari 120.000 tentara di perbatasan Ukraina, dan menyerukan sanksi ekonomi Barat baru untuk mencegah Moskow dari "eskalasi lebih lanjut".

Sengketa ini adalah yang terbesar antara Praha dan Moskow sejak berakhirnya dominasi Soviet di Eropa Timur pada 1989. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top