Polda Bangka Belitung Musnahkan Narkoba dan Miras

Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini hasil tindak pidana narkoba dan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Polda Babel tahun 2021.



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kepuluan Bangka Belitung (Babel) memusnahkan barang bukti narkoba dan minuman keras (miras), berlangsung di Taman Bhay Park Kepolisian Daerah Babel, Selasa.

Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini hasil tindak pidana narkoba dan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Polda Babel tahun 2021.

“Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari, 28 kg  ganja, 194 bungkus arak, sebanyak 68 arak dalam bentuk botol, 2 jerigen arak, tuak sebanyak 2 ember, dan miras dari berbagai merek sebanyak 442 kaleng," jelas Irjen Pol Anang Syarif Hidayat.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti narkoba dan miras ini berguna untuk membuktikan kepada masyarakat, bahwa Polda Babel bersungguh-sungguh dalam melakukan penertiban, penindakan, serta penegakan hukum kepada para pelaku kejahatan norkoba maupun kejahatan minuman keras. 

Untuk itu, Kapolda Anang meminta kepala semua masyarakat untuk selalu menghindari penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras. 

"Jaga keluarga kita dan sanak saudara kita agar tidak ikut menyalagunakan narkoba dan mengonsumsi miras yang mampu menghilangkan kesadaran diri. Hal ini bisa berujung pada tindak kejahatan lainnya," tegasnya. 

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, mengapresiasi sekaligus mendukung upaya Polda Babel untuk terus menekan dan memberikan tindakan hukum kepada pelaku narkoba dan miras ini.

"Kegiatan ini memberikan pembelajaran langsung kepada masyarakat agar dapat menjauhi narkoba dan miras," ujar Gubernur Erzaldi. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top