Pasukan Keamanan Myanmar Tembaki Pekerja Medis yang Berunjuk Rasa

Pekerja medis, beberapa di antaranya telah berada di garis depan kampanye melawan kudeta, berkumpul di kota kedua Mandalay lebih awal tetapi pasukan segera tiba untuk membubarkan mereka, melepaskan tembakan dan menahan beberapa orang.

Foto: Reuters via Nasdaq

YANGON, IPHEDIA.com - Pasukan keamanan Myanmar melepaskan tembakan pada Kamis saat protes pro-demokrasi oleh pekerja medis di kota Mandalay, menyebabkan beberapa korban.

Para penentang kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi terus melakukan kampanye melawan militer pada pekan Tahun Baru tradisional ini dengan serangkaian aksi dan pawai.

Pekerja medis, beberapa di antaranya telah berada di garis depan kampanye melawan kudeta, berkumpul di kota kedua Mandalay lebih awal tetapi pasukan segera tiba untuk membubarkan mereka, melepaskan tembakan dan menahan beberapa orang, kata kantor berita Mizzima.

Badan tersebut mengatakan tidak memiliki rincian korban atau penangkapan. Layanan BBC berbahasa Burma melansir Reuters juga melaporkan tindakan keras terhadap protes oleh petugas medis.

Kudeta telah menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun langkah tentatif menuju demokrasi, dengan protes harian dan kampanye pembangkangan, termasuk pemogokan oleh pekerja di banyak sektor yang telah membuat ekonomi terhenti.

Liburan Tahun Baru lima hari, yang dikenal sebagai Thingyan, dimulai pada Selasa tetapi aktivis pro-demokrasi membatalkan perayaan yang biasa untuk fokus pada penentangan mereka terhadap para jenderal yang merebut kekuasaan.

Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, mengatakan pasukan keamanan telah membunuh 715 pengunjuk rasa sejak penggulingan pemerintahan Suu Kyi.

Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya khawatir tindakan keras militer terhadap protes tersebut berisiko meningkat menjadi konflik sipil, seperti yang terjadi di Suriah. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top