Otoritas Prancis Selidiki Penikaman di Kantor Polisi, Pelaku Tewas Ditembak dan 5 Ditahan

Polisi Prancis membunuh penyerang Tunisia berusia 37 tahun tak lama setelah dia menikam pegawai administrasi tak bersenjata pada Jumat di pintu masuk kantor polisi di kota Rambouillet.

Foto: AP

PARIS, IPHEDIA.com - Otoritas Prancis menahan orang kelima pada Minggu dalam penyelidikan anti-terorisme yang berusaha mengidentifikasi calon kaki tangan dan motif setelah seorang pejabat polisi ditikam secara fatal di sebuah kantor polisi di luar Paris.

Polisi Prancis membunuh penyerang Tunisia berusia 37 tahun tak lama setelah dia menikam pegawai administrasi tak bersenjata pada Jumat di pintu masuk kantor polisi di kota Rambouillet.

Dalam konferensi pers pada Minggu, jaksa anti-terorisme Jean-Francois Ricard mengatakan polisi sedang memeriksa sepupu tersangka.

Ayah tersangka, pasangan yang memberinya alamat surat dan administrasi lainnya, dan sepupu lainnya juga diinterogasi.

Korban, seorang pegawai Polri, telah meninggalkan stasiun untuk memperpanjang waktunya di meteran parkir dan diikuti masuk ke area masuk dan ditikam oleh penyerang. Dia kemudian ditembak mati oleh seorang petugas polisi.

Penyerang, yang diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Jamel G., memasuki Prancis secara ilegal pada 2009 dan diberi surat izin tinggal pada akhir 2019. Dia adalah seorang Muslim yang taat, menurut ayahnya.

Dia telah mengintai kantor polisi sebelumnya dan mendengarkan lagu-lagu religius yang menghasut untuk jihad sebelum serangan itu, menurut bukti yang ditemukan di ponselnya. 

Para saksi mendengar dia berkata "Allahu Akbar!" Bahasa Arab untuk "Allah Maha Besar," selama penyerangan, kata Ricard, melansir AP.

Pria itu tidak memiliki catatan kriminal atau bukti radikalisasi, menurut Ricard, seraya menyebutkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan apakah ada orang membantu atau menginspirasi penyerang. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top