Ketua SMSI Lampung: Sikap Arogansi Oknum Pejabat di Metro Lampung Masuk dalam Ranah Pidana

"Bila ada hal yang kurang berkenan terkait dengan perlakuan terhadap wartawan atau media, silakan sampaikan protesnya kepada organisasi medianya," ujar Donny.

Ketua Umum SMSI Lampung, Donny Irawan

BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung yang juga Owner Saibumi.com, Donny Irawan, memberikan pandangannya terkait dengan kejadian perampasan alat kerja wartawan Harian Momentum oleh staf Dinas Sosial di Kota Metro.

"Bila ada hal yang kurang berkenan terkait dengan perlakuan terhadap wartawan atau media, silakan sampaikan protesnya kepada organisasi medianya," ujar Donny, Sabtu.

Donny juga mengatakan, apabila kejadian ini sudah masuk dalam ranah pidana maka laporkan saja ke pihak kepolisian, namun tidak dengan cara yang arogan. "Silahkan laporkan tetapi jangan melakukan suatu tindakan yang arogan," jelasnya.

Rio, selaku jurnalis Harian Momentum mengatakan bahwa kejadian perampasan peralatan kerja (handphone) disertai pengusiran dan pengancaman itu terjadi di kantor Dinas Sosial Kota Metro, Kamis, 1 April 2021.

"Saya ke dinsos untuk konfirmasi terkait  rencana realisasi pembagian bantuan insentif lima ratus ribu untuk warga lanjut usia. Pembagian insentif itu, bagian dari program seratus hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Metro Wahdi Siradjuddin dan Qomaru Zaman," kata Rio, dilansir harianmomentum.com.

Rio menjelaskan, di kantor Dinsos dia bertemu Kabid Linjamsos Sri Mubarokah. Kabid Linjamsos, kemudian mengarahkan Rio ke Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial bertemu Plt Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Wiwik Setiarini yang juga menjabat kasi bidang tersebut.

Saat ditemui, Wiwik Setiarini enggan dikonfirmasi terkait program tersebut dengan alasan akan memberi tahu terlebih dahulu ke Kadis dan sekretaris dinas.

"Saya izin untuk ambil foto. Belum sempat saya foto, dia langsung merampas HP saya, sambil bilang jangan difoto-foto, lalu diusir," kata Rio.

Rio juga berdebat mengenai perampasan tersebut, namun handphone yang dimaksud telah berpindah tangan kepada anggota staf yang bermaksud untuk menghapus rekaman suara konfirmasi.

"Saya rebut lagi HP itu. Setelah itu saya diusir keluar oleh staf lainnya. Bahkan, ada staf di ruangan itu yang mengancam akan memenjarakan saya," lanjutnya.

Menurut Rio, dirinya sudah mencoba mengonfirmasi Walikota Metro Wahdi Siradjuddin terkait program seratus hari kerja tersebut sebelum ke Dinsos. Kemudian Walikota mengarahkan untuk mengonfirmasikan hal ini ke Plt Sekda Pemkot Metro Bangkit Haryo Utomo.

"Kemudian oleh Sekda diarahkan ke Dinsos, supaya dapat informasi yang jelas dan akurat. Tapi kejadian yang saya terima di Dinsos justru tidak mengenakan. Padahal niat saya mempublikasikan program seratus hari kerja walikota," tutupnya. (Bi2t/rls/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top