-->

Jelang Ramadhan, Inflasi Sumsel Masih Stabil dan Terkendali

Jelas HD, ekonomi tangguh perlu pemberdayaan. Karenanya, Pemprov Sumsel bertekad maju untuk semua butuh konektivitas infarstruktur dan jaringan internet sebagai  kebutuhan masyarakat.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumsel, H Herman Deru (HD) mengatakan, inflasi Provinsi Sumatera Selatan seminggu sebelum Ramadhan masih stabil dan tidak ada gejolak ekonomi.

"Inflasi Sumsel terkendali 1.55 persen saat seminggu sebelum Ramadhan," kata Gubernur Herman Deru sekaligus juga sebagai Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel.

Hal ini disampaikannya saat Rapat High Level Meeting (HLM) TPID Sumsel dengan Agenda  Rapat Koordinasi membahas Kinerja Pengendalian Inflasi 2020 dan Upaya Pengendalian Inflasi Menjelang Puasa pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 (1442 H), di Hotel Arista Palembang, Rabu. 

Jelas HD, ekonomi tangguh perlu pemberdayaan. Karenanya, Pemprov Sumsel bertekad maju untuk semua butuh konektivitas infarstruktur dan jaringan internet sebagai  kebutuhan masyarakat.

"Kebutuhan konsumsi meningkat saat bulan puasa. Padahal, ramadhan seharian berpuasa, yang seharusnya kebutuhan pangan berkurang," ujar HD.

Menurutnya, terkait kalkulasi inflasi butuh parameter. Artinya, untuk memperoleh itu harus terjun ke lapangan. Para bupati dan walikota harus selalu turun langsung mengecek langsung daftar harga yang mempengaruhi inflasi.  

"Saya minta para bupati dan walikota serta yang berkompeten tidak hanya berujar maupun spirit lontaran isu, tapi harus dengan data dan Trust dipelihara sebagai parameternya," tutupnya. (ed/ris/ip)  

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top