Iran Bebaskan Kapal Korea Selatan di Tengah Sengketa Dana yang Tertahan di Seoul

Pembebasan kapal tanker minyak ini hanya beberapa jam sebelum pembicaraan lebih lanjut antara Teheran dan kekuatan dunia mengenai negaranya dan kesepakatan nuklir.

Foto: AP

DUBAI, IPHEDIA.com - Sebuah kapal tanker minyak Korea Selatan yang ditahan selama berbulan-bulan oleh Iran di tengah perselisihan miliaran dolar yang ditahan di Seoul dibebaskan dan berlayar pada Jumat pagi waktu setempat.

Pembebasan kapal tanker minyak ini hanya beberapa jam sebelum pembicaraan lebih lanjut antara Teheran dan kekuatan dunia mengenai negaranya dan kesepakatan nuklir.

Data MarineTraffic.com menunjukkan MT Hankuk Chemi meninggalkan Bandar Abbas pada dini hari.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan Iran melepaskan kapal tanker dan kaptennya setelah merebut kapal itu pada Januari. 

Kementerian mengatakan Hankuk Chemi meninggalkan pelabuhan Iran sekitar pukul 6 pagi waktu setempat setelah menyelesaikan proses administrasi.

Hankuk Chemi telah melakukan perjalanan dari fasilitas petrokimia di Jubail, Arab Saudi, ke Fujairah di Uni Emirat Arab ketika pasukan Pengawal Revolusi menyerbu kapal pada bulan Januari dan memaksa kapal untuk mengubah arah dan melakukan perjalanan ke Iran.

Iran menuduh MT Hankuk Chemi mencemari perairan di Selat Hormuz yang penting. Tetapi penyitaan itu secara luas dilihat sebagai upaya untuk menekan Seoul agar melepaskan miliaran dolar aset Iran yang tertahan di bank-bank Korea Selatan di tengah sanksi berat Amerika terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melansir AP tidak merinci ketentuan pembebasan kapal tersebut. Iran pada bulan Februari membebaskan sebagian besar awak kapal.

Perkembangan itu terjadi ketika Iran dan kekuatan dunia bersiap untuk melanjutkan negosiasi di Wina pada Jumat untuk memutuskan kebuntuan atas sanksi AS terhadap Iran dan pelanggaran perjanjian nuklir Iran. 

Kesepakatan nuklir 2015, yang kemudian ditinggalkan Presiden Donald Trump tiga tahun kemudian, menawarkan keringanan sanksi kepada Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top