Gabungan Ormas Hindu Lampung Datangi Polda Laporkan Kasus Dugaan Penistaan Agama

Menurut I Gede Hendra Juliana sebagai pelapor, ceramah di channel Istiqomah TV menyebar luas pada 15 April 2021 di berbagai media sosial hingga menimbulkan keresahan bagi umat Hindu.



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Gabungan Organisasi Hindu Lampung yang terdiri dari DPP Peradah Lampung, FA KMHDI Lampung dan PD KMHDI Lampung mendatangi Polda Lampung melaporkan kasus dugaan penistaan agama dan UU ITE yang dilakukan oleh Desak Made Darmawati dalam ceramahnya yang diunggah di channel YouTube "Istiqomahtv".

Meski Desak sudah mengajukan permohonan maafnya secara terbuka, namun hal itu tidak membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan menerima begitu saja, mereka tetap membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Kali ini, secara resmi gabungan ormas Hindu Lampung melaporkan Desak Made Darmawati ke Direktorat Reskrimsus Polda Lampung, Selasa.

"Kami DPP Peradah Lampung bersama PD KMHDI dan FA KMHDI Lampung melaporkan akun YouTube Istiqomah TV yang menyebarkan konten video tausiah dari Desak Made Darmawati yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian dan penodaan agama Hindu. Kami berharap Polda Lampung menerima laporan kami seperti halnya laporan lainnya," kata I Made Suteja selaku Ketua DPP Peradah Lampung.

Mereka datang dengan membawa alat bukti, berupa satu flashdisk berisi video dan screenshot video ceramah dari Desak Made Dharmawati. File Video ini diambil dari akun YouTube Istiqomah TV yang menerapkan pertama kali video ceramah mengandung unsur penistaan ​​dan penodaan terhadap agama Hindu.

Menurut I Gede Hendra Juliana sebagai pelapor, ceramah di channel Istiqomah TV menyebar luas pada 15 April 2021 di berbagai media sosial hingga menimbulkan keresahan bagi umat Hindu. "Jadi, sudah jelas bahwa penyebaran konten itu mengandung unsur dugaan ujaran kebencian, penodaan dan penistaan agama Hindu," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gede Hendra berharap polisi menerima laporan dari elemen masyarakat meskipun nantinya dalam prosesnya harus dilimpahkan ke Mabes Polri. "Yang terpenting Polda Lampung menerima dan memproses laporan Kami. Kalau kasus ini perlu dilimpahkan ke Mabes Polri tidak menjadi masalah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, nama Desak Made Dharmawati menjadi sorotan karena menyinggung ketuhanan dalam agama Hindu. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah video yang kemudian tersebar luas dan menuai banyak kecaman.

Desak Made yang merupakan seorang dosen di Jakarta ini akhirnya meminta maaf kepada semua umat Hindu secara terbuka. Permintaan maaf tersebut dibubuhkan dalam sebuah kertas dengan materai Rp10 ribu. Permintaan maaf itu disampaikannya saat bertemu dengan sejumlah elemen masyarakat Hindu di depan Pura Cijantung, Jakarta, pada Sabtu 17 April 2021 malam.

Ketua FA KMHDI Lampung, Wayan Aryudi menyampaikan, dirinya secara pribadi tentu mengapresiasi itikad baik Ibu Desak Made yang telah meminta maaf kepada umat Hindu karena sebagai umat beragama tentu harus saling memaafkan. Tapi, secara hukum pihaknya tetap membawa kasus ini ke jalur hukum. 

"Secara Pribadi tentu kita sudah memaafkan, tapi ini adalah hukum tentu proses hukum juga harus kita tempuh supaya ada efek jera dan dikemudian hari tidak terulang kasus serupa yang menimpa agama apapun," tegasnya. (Bi2t/rls/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top