Dugaan Pungli dan Jual Beli Buku di SMAN 3, Sejumlah Massa Datangi Kantor Gubernur Jambi

Dalam orasinya, Amri, S.Pd., selaku koordinator lapangan mengatakan, Pjs Gubernur Jambi diminta untuk segera mengambil tindakan mengenai persoalan ini. Diduga, praktik pungli tersebut terjadi karena adanya kelalaian terkait pengawasan.



JAMBI, IPHEDIA.com - Sejumlah massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Pemantau Anggaran Negara (Mappan) mendatangi Kantor Gubernur Jambi melakukan unjuk rasa damai terkait dugaan praktik pungli dan jual beli buku dilingkup SMAN 3 Kota Jambi yang terjadi pada tahun ajaran 2020/2021, Jumat.

Massa meminta Pjs Gubernur Jambi untuk mengevaluasi kinerja Kabid SMA dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi serta memecat kepala sekolah SMA Negeri 3 Kota Jambi terkait dugaan tersebut.

Dalam orasinya, Amri, S.Pd., selaku koordinator lapangan mengatakan, Pjs Gubernur Jambi diminta untuk segera mengambil tindakan mengenai persoalan ini. Diduga, praktik pungli tersebut terjadi karena adanya kelalaian terkait pengawasan.

"Kuat dugaan kami bahwa praktik pungli  bisa terjadi karena itu dilakukan secara terstruktur dan terorganisir. Pasalnya, melibatkam oknum ketua komite dan oknum kepala sekolah. Karena pihak dinas terkesan memberi restu dan melakukan pembiaran, seolah-olah pungutan liar di SMA 3 tidak pernah terjadi," ujarnya. 

"Seharusnya, di situasi pandemi Covid-19 saat ini, yang dampaknya dirasakan hampir seluruh masyarakat Jambi, kami minta jangan ada lagi praktik seperti ini di dalam dunia pendidikan. Karena sekolah negeri itu adalah sekolah yang dipilih masyarakat untuk meminimalisir biaya pendidikan anaknya. Kalau semuanya harus bayar dan harus beli, lantas apa bedanya dengan sekolah swasta?" tanyanya.

Sementara, Pjs Gubernur Jambi, Dr Hari Nur Cahya Murni, melalui Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Jambi, Rahmad Hidayat, S.Sos, saat menemui pengunjuk rasa menyampaikan permohononan maaf karena Pjs Gubernur tidak berada di tempat. 

Tambah Rahmad, terkait aspirasi yang disampaikan mengenai dugaan pungutan liar dan jual beli buku tersebut akan dipelajari terlebih dahulu. "Yang jelas, nanti kami pelajari dulu, dan kami sampaikan kepada Pjs Gubernur Jambi," ujarnya. 

Mengenai hasilnya apakah tindakan tersebut benar dilakukan atau tidak, jelas dia, pihaknya juga akan menyampaikannya kepada yang bersangkutan atau melalui rekan-rekan media. (Hermanto/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top