Duel Maut Remaja Bersaudara, Satu Tewas dan Pelaku Ditangkap Polsek Terusan Nunyai

"Dua remaja yang berkelahi itu, satu di antaranya berinisial RS yang masih di bawah umur diketahui meninggal dunia, Senin, 12 April 2021," ujar Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.IK, SH.



TERUSAN NUNYAI, IPHEDIA.com - Perkelahian dua remaja yang masih ada ikatan keluarga berujung maut terjadi di wilayah Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

"Dua remaja yang berkelahi itu, satu di antaranya berinisial RS yang masih di bawah umur diketahui meninggal dunia, Senin, 12 April 2021," ujar Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.IK, SH., Rabu.

Dikatakan Santoso, kejadian itu bermula saat korban dan pelaku DW (18) saling ejek dan saling adu mulut lewat handphone sehingga pelaku merasa tersinggung dan langsung mendatangi korban yang sedang duduk di rumah pacarnya yang tidak jauh dengan rumah bibi mereka.

Kemudian, pelaku langsung memukul kepala korban dengan tangan kosong dan mencekik leher korban hingga terjatuh. Setelah korban kembali berdiri, ia mengajak pelaku untuk tidak berkelahi di sana. 

"Kalau mau berantem jangan di rumah orang, tapi di rumah saja," terang Kapolsek menirukan ucapan pelaku.

Karena merasa ditantang korban, pelaku sepakat berjalan menuju rumahnya. Sesampainya di depan rumah korban, pelaku kembali memukul kepala korban berkali-kali sambil menarik korban ke dalam rumah.

Di ruang tamu, pelaku kembali memukul korban hingga terjatuh. Saat korban terjatuh, pelaku mencekik leher korban sehingga korban tidak sadarkan diri. Setelah puas memukuli dan korban sudah tidak sadarkan diri, pelaku jadi panik dan sempat menggotong korban ke dalam kamar. 

Melihat kondisi korban yang tak bergerak, pelaku menghubungi sepupunya yang lain berinisial A, R dan J untuk membawa korban ke Puskesmas Mulyoasri. Pada saat itu diketahui korban telah meninggal dunia.

Atas kejadian ini, pelaku ditangkap di rumahnya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku yang masih sepupunya itu jerat Pasal 80 (3) UU RI No. 23 Tahun 2014 tentang kekerasan terhadap anak mengakibatkan kematian dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top