Diduga Tak Ber-SPT, Oknum Pegawai Inspektorat Lamteng Takuti-Takuti Periksa Kepsek SD

Dalam rekaman itu terdengar diduga oknum pegawai Inspektorat Lamteng marah-marah serta menakut-nakuti seseorang yang diketahui sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan  Punggur, Lampung Tengah.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Rekaman video/suara diduga beberapa orang pegawai Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah yang sedang melakukan pemeriksaan diluar Surat Perintah Tugas (SPT) beredar di daerah ini. 

Dalam rekaman itu terdengar diduga oknum pegawai Inspektorat Lamteng tersebut marah-marah serta menakut-nakuti seseorang yang diketahui sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan  Punggur, Lampung Tengah.

Saat dilakukan penyusuran, diketahui bahwa tindakan pemeriksaan yang tidak terpuji tersebut diduga dilakukan oleh salah satu Tim Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang dibawahi Irban 1 Inspektorat Lampung Tengah, Desman Rudianto, SP. Tim tersebut berjumlah 3 orang, yaitu Feria Estikawati, SE (Ketua Tim), Heri Yudi, SE, dan Meri Kusendang.

Diketahui sebelum kejadian itu, tim ini telah melakukan pemeriksaan sample di dua SD di kecamatan yang sama, yaitu SDN 1 Nunggalrejo dan SDN 2 Astomulyo Kecamatan Punggur. Pemeriksaan kedua sekolah tersebut sesuai dengan aturan dan memiliki perintah sertah pertangung jawaban yang jelas dari pimpinan (tertuang SPT).

Menurut sumber yang enggan namanya disebutkan dalam keterangannya ke media ini, Jumat, mengatakan bahwa pemeriksaan SD yang terekam berupa video/suara tersebut, itu benar adalah oknum pegawai Inspektorat. Namun, dirinya menegaskan secara pasti bahwa pemeriksaan tersebut diluar SPT, serta kehendak mereka (oknum, red) yang bertindak semau-maunya, ucap sumber.

Selain itu, sumber ini juga menyebutkan bahwa bukan kali pertamanya ini terjadi dalam melakukan pemeriksaan dengan cara semena-mena serta menakut-nakuti terperiksa. Bahkan, dulu sudah pernah pada beberapa waktu lalu, tim ini mengembalikan uang sebesar Rp10 juta kepada terperiksa. Pemulangan dana tersebut tertuang dalam kwitansi yang disaksikan mantan Bupati Lampung Tengah periode sebelumnya, imbuh sumber. 

Lalu, ini muncul lagi yang kesekian kalinya dalam hal pelanggaran yang motifnya hampir sama. Sedangkan, lanjutnya, tim tersebut sudah mendapatkan uang sebesar Rp5 juta dari hasil pemeriksaan terhadap 2 SD yang tertuang dalam SPT. Dengan hal itu, tidak dibenarkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap ASN diluar SPT, apalagi sambil menakut-nakuti, tutup sumber. 

Sangat disayangkan, saat di konfirmasi wartawan via pesan WhatApp, Desman Rudianto dan Feria Estikawati enggan menjawab untuk diminta klarifikasi tentang hal tersebut. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top