Bupati Tanjungjabung Barat Buka Kegiatan Rembuk Stunting

Bupati Anwar Sadat berharap agar seluruh perangkat daerah terkait agar bersinergi dan memberi perhatian lebih serta fokus terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. 



TANJABBAR, IPHEDIA.com - Dalam rangka mendukung upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Pemerintah Kabupaten Tanjabbar menggelar rembuk stunting di Aula Kantor Bappeda setempat, Rabu. 

Rembuk stunting ini dibuka oleh Bupati Tanjungjabung Barat, Drs H Anwar Sadat, didampingi Sekda Tanjab Barat, Agus Sanusi. Hadir Pimpinan DPRD Tanjab Barat, Ahmad jahfar, Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, Dandim 0419/Tanjabbar, Erwan Susanto, ketua PKK serta ketua GOW serta seluruh kepala OPD lingkup Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Dalam arahannya, Bupati Anwar Sadat mengatakan salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan dan produktivitas kerja yang tinggi, sebagaimana yang menjadi visi berkah Kabupaten Tanjungjabung Barat. Hal ini sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi, karena status gizi berperan penting pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Investasi dasar yg paling berharga pada sebuah bangsa terletak pada kwalitas gizi, terutama gizi pada balita dan ibu hamil. Kesadaran pada kebutuhan dasar gizi pada balita dan ibu hamil inilah yang memiliki dampak pada kualitas kehidupan dan kemakmuran suatu bangsa di masa mendatang," kata bupati.

Lebih lanjut Bupati Tanjab Barat mengatakan, permasalahan gizi secara nasional maupun global, terutama pada anak balita dan ibu hamil masih terus meningkat tingginya angka kekurangan energi dan anemia pada ibu hamil serta kasus anak pada stunting dan wasting sehingga upaya menghadirkan generasi emas masih membutuhkan proses dan memakan waktu lebih lama lagi.

Di Tanjungjabung Barat sendiri, kata dia, berdasarkan data riset kesehatan dasar (Rikesdas) memperlihatkan bahwa angka kejadian masalah gizi masih tinggi dan cenderung mengalami peningkatan. 

Hal ini tergambar dari meningkatnya balita stunting dari 29,6% tahun 2013 menjadi 44% tahun 2018, balita kurus/wasting dari 11,4% tahun 2013 menjadi 13,0% tahun 2018, sementara sasaran pokok RPJMN kesehatan bidang gizi adalah menurunkan angka stunting. 

Bupati Anwar Sadat berharap agar seluruh perangkat daerah terkait agar bersinergi dan memberi perhatian lebih serta fokus terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan peran dan tugas masing-masing.

“Jika semua dilakukan dengan cara bersama-sama dan berkomitmen agar stunting di Tanjabbar mengalami penurunan, Insya Allah hal itu semua akan terjadi," tandasnya. (Vid/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top