Bea Cukai Jambi Amankan 17 Juta Batang Rokok Ilegal

Ratusan koli rokok ilegal yang tersimpan di rumah kontrakan pelaku HY sekaligus gudang di Desa Talang Belido itu berasal dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan akan diperdagangkan di Jambi.



JAMBI, IPHEDIA.com - Tim Bea Cukai Jambi dibantu Ditresnarkoba Polda Jambi mengamankan HY, bos rokok ilegal, beserta gudang penyimpanan 107 koli atau 17 juta batang rokok ilegal di Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Ratusan koli rokok ilegal yang tersimpan di rumah kontrakan pelaku HY sekaligus gudang di Desa Talang Belido itu berasal dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan akan diperdagangkan di Jambi. Temuan sebanyak 107 koli rokok ilegal tersebut diestimasikan bernilai kurang lebih Rp1 miliar.

Kepala seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Bea Cukai Jambi, Heri Susanto, mengatakan pengungkapan ini berawal pengembangan kasus penyelundupan rokok ilegal yang dilakukan kantor Bea Cukai Marunda, Jakarta. 

Setelah proses penyelidikan dan dibantu ditresnarkoba, petugas menemukan keberadaan rumah HY yang berada di kawasan Kenali Kota Jambi. "Petugas langsung mengamankan HY dan langsung diperiksa di kantor," kata Heri Susanto, Jumat.

Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan HY, dirinya masih menyimpan ratusan koli rokok ilegal tersebut di rumah kontrakannya di Desa Talang Belido, Kabupaten Muaro Jambi.

Heri Susanto menjelaskan, pengungkapan ini berdasarkan perintah dari kantor Bea Cukai pusat untuk mengungkap pidana tindak pidana pencucian uang.

Pergerakan dana rokok ilegal ini salah satunya mengarah ke pelaku HY, yang diklaim sudah melakukan transaksi rokok ilegal mencapai Rp20 miliar rupiah selama dua tahun belakangan.

Saat ini, untuk proses kasusnya HY langsung dibawa ke kantor pusat Jakarta, sedangkan ratusan koli rokok ilegal tersebut di simpan di gudang kantor Bea Cukai Jambi. (tm/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top