Aksi Premanisme di Lamongan Lukai Polisi dan 6 Korban, 12 Preman Ditahan

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, didampingi Kasatreskrim AKP Yoan Septi Hendri menyebutkan, aksi premanisme ini terjadi menjelang berbuka puasa dan waktu sahur. Sebanyak 6 orang menjadi korban kebrutalan para preman desa ini.



SURABAYA, IPHEDIA.com - Jelang lebaran, aksi premanisme mulai muncul lagi di  Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Bahkan, aksi preman ini semakin berani hingga memakan korban. 

Sedikitnya, ada 6 orang dan seorang polisi jadi sasaran aksi premanisme yang terjadi di saat umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa.

Aksi pemuda brutal ini berhenti setelah Sat Reskrim Polres Lamongan berhasil membekuk sedikitnya 12 orang. Kini para tersangka bersama barang buktinya diamankan di Mapolres setempat dalam proses penyidikan.

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, didampingi Kasatreskrim AKP Yoan Septi Hendri menyebutkan, aksi premanisme ini terjadi menjelang berbuka puasa dan waktu sahur. Sebanyak 6 orang menjadi korban kebrutalan para preman desa ini.

"Mendapati laporan itu, kami langsung bergerak cepat bertindak, dan tidak memberi ruang sedikitpun bagi para preman untuk kembali beraksi," kata AKBP Miko, Senin.

Menurut Kapolres AKBP Miko, para pelaku ini banyak yang diawali karena pengaruh menenggak miras, seperti yang terjadi Labuhan Sedayulawas, Kecamatan Brondong. 

"Di tempat ini (TKP Sedayulawas, red) sampai ada seorang anggota polisi yang jadi korban perlawanan saat hendak melerai aksi kekerasan saat itu," ujarnya.

Aksi kekerasan oleh para preman ini tidak hanya di Sedayulawas Brondong, namun meluas di Paciran dan wilayah barat bagian selatan Lamongan, tepatnya di Kecamatan Bluluk. 

Di antara para pelaku saat ditangkap ada yang mencoba berusaha untuk kabur. Namun, polisi berhasil mengamankan 12 preman di 3 lokasi kejadian.

Ulah para preman ini, menurut AKBP  Miko, tidak bisa ditolelir apapun alasannya, termasuk alasan karena sakit hati atau ketersinggungan. Aksi di Pelabuhan Sedayulawas, menyebabkan seorang terluka, dengan 4 tersangka, satu di antaranya anak dibawah umur.

Sementara, tempat kejadian (TKP) Jalan Raya Deandels Desa Kranji, Paciran, menjelang makan sahur juga melibatkan 2 orang, dewasa dan seorang anak-anak.

Pengejaran terhadap para preman tidak hanya berhenti di wilayah Pantura, polisi juga bergerak ke wilayah Selatan Lamongan bagian barat, yakni di Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk.

Tepat pukul 02.00 WIB, terjadi pengeroyokan oleh para pelaku dan mengakibatkan 3 orang mengalami luka-luka. Aksi pengeroyokan di Bluluk ini dilakukan 6 orang, lima di antaranya dewasa dan seorang masih anak-anak.  

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, ada sebatang kayu, batu, pakaian dan barang bukti lainnya. "Para tersangka dijerat Pasal 170 Ayat (2) KUHP, Pasal 214 KUHP, ancaman hukuman para pelaku paling lama tahun tahun penjara," ungkap AKBP Miko. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top