Utusan Pemerintah Sipil Dituduh Pengkhianat, Dr Sasa: Berarti Saya Berdiri Bersama Rakyat Myanmar

Televisi yang dikelola militer Myanmar mengatakan bahwa utusan yang hanya menyebut namanya Dr Sasa itu dituduh mendorong kampanye pembangkangan sipil dan menyerukan sanksi internasional dan penggulingan tentara yang merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari.

Foto: Anadolu Agency via Al Jazeera

MYANMAR, IPHEDIA.com - Utusan internasional untuk pemerintah sipil yang digulingkan Myanmar tetap menentang setelah pemerintah militer negara itu menuduhnya pengkhianat tingkat tinggi.

Televisi yang dikelola militer Myanmar mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa utusan yang hanya menyebut namanya Dr Sasa itu dituduh mendorong kampanye pembangkangan sipil dan menyerukan sanksi internasional dan penggulingan tentara yang merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari.

Berbicara kepada Al Jazeera dari lokasi yang tidak diketahui di luar negeri karena masalah keamanan, Sasa mengatakan warga sipil yang mengambil bagian dalam protes anti-kudeta massal tidak akan punya pilihan selain "membela diri" dalam menghadapi tindakan keras yang semakin brutal yang telah terjadi, dimana lebih dari 180 orang dibunuh oleh pasukan keamanan.

“Hari ini, saya bangga telah dituduh dengan pengkhianatan tingkat tinggi oleh junta militer, jika pengkhianatan ini berarti saya berdiri bersama rakyat Myanmar, memberikan hidup saya untuk kebebasan mereka, untuk demokrasi federal dan untuk keadilan,” kata Sasa, yang ditunjuk sebagai "utusan khusus" untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh sebuah komite yang mewakili parlemen Myanmar. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top