-->

Temuan 730 Mangkok Kuno di Tanjab Barat Segera Ditinjau Balai Pelestarian Cagar Budaya Wilayah Sumsel

Sebanyak 730 mangkuk–mangkuk yang yang rata-rata masih dalam kondisi bagus tersebut ditemukan di salah satu sumur warga Desa Mekar Alam, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjungjabung Barat ketika pemilik sumur tersebut melakukan pendalaman dari pemiliknya. 


                                                  
TANJAB BARAT IPHEDIA.com – Dalam sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, dihebohkan dengan penemuan ratusan mangkuk keramik kuno yang diduga peninggalan zaman dulu.

Sebanyak 730 mangkuk–mangkuk yang yang rata-rata masih dalam kondisi bagus tersebut ditemukan di salah satu sumur warga Desa Mekar Alam, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjungjabung Barat ketika pemilik sumur tersebut melakukan pendalaman oleh pemiliknya.

Atas penemuan ini sontak membuat warga setempat dan sebagian warga dari Kota Tungkal Ilir dan sekitarnya ramai mendatangi Desa Mekar Alam untuk melihat dari dekat barang antik yang diduga berasal dari Negeri Tiongkok, China itu. 

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungjabung Barat, Martunis M Yusuf, baru-baru ini menjelaskan bahwa pihaknya telah melihat dari dekat penemuan ratusan mangkuk tersebut.

"Kemungkinan besar nantinya barang–barang itu juga segera dilihat oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Wilayah Sumsel yang akan ke Jambi dalam waktu dekat untuk memastikan atas penemuan ratusan mangkuk tersebut," jelasnya.
Wilayah Desa Mekar Alam memang salah satu wilayah yang dekat dengan lintasan sungai. Kuat dugaan dulunya merupakan akses terpenting menuju berbagai wilayah, seperti Riau, Batam, Malaysia dan Singapura dan para pedagang dari Tiongkok memasuki perairan di Kabupaten Tanjungjabung Barat ini. (Ari/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top