Seorang Pria Lepaskan Serangan dalam Supermarket yang Ramai, Puluhan Tewas Tertembak

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa dia membeli senjata serbu kurang dari seminggu sebelum serangan yang menewaskan 10 orang itu, termasuk seorang petugas polisi.

Foto: AP

BOULDER, IPHEDIA.com - Polisi pada Selasa waktu setempat mengidentifikasi seorang pria berusia 21 tahun sebagai tersangka yang melepaskan tembakan di dalam supermarket Colorado yang ramai. 

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa dia membeli senjata serbu kurang dari seminggu sebelum serangan yang menewaskan 10 orang itu, termasuk seorang petugas polisi.

Karyawan supermarket mengatakan kepada penyelidik bahwa Ahmad Al Aliwi Alissa menembak seorang pria tua beberapa kali pada Senin di luar toko bahan makanan Boulder sebelum masuk ke dalam, menurut dokumen tersebut. Seorang lainnya ditemukan tertembak di dalam kendaraan di samping mobil. 

Pihak berwenang mengatakan Alissa berasal dari pinggiran kota Denver Arvada dan dia terlibat dalam baku tembak dengan polisi di dalam toko. Tersangka dirawat di rumah sakit dan diperkirakan akan dimasukkan ke penjara kabupaten pada hari itu dengan tuduhan pembunuhan.

Penyelidik belum menemukan motifnya, tetapi mereka yakin dia adalah satu-satunya penembak, kata Jaksa Wilayah Boulder County, Michael Dougherty, melansir AP.

Di Washington, Presiden AS, Joe Biden, meminta Kongres untuk memperketat undang-undang senjata nasional.

"Sepuluh nyawa telah hilang, dan lebih banyak keluarga telah dihancurkan oleh kekerasan senjata di negara bagian Colorado," kata Biden di Gedung Putih.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer berjanji untuk mengajukan dua RUU yang disahkan DPR untuk meminta pemeriksaan latar belakang yang diperluas bagi pembeli senjata. 

Biden mendukung langkah-langkah tersebut, tetapi mereka menghadapi jalan yang lebih sulit untuk diloloskan di Senat yang terpecah dengan mayoritas Demokrat yang tipis.

Tersangka membeli senjata serbu hanya enam hari sebelum penembakan, pada 16 Maret, menurut pernyataan tertulis penangkapan yang dirilis Selasa. Tidak segera diketahui di mana senjata itu dibeli.

Penembakan itu terjadi 10 hari setelah hakim memblokir larangan senapan serbu yang disahkan oleh kota Boulder pada tahun 2018. Peraturan itu dan pelarangan majalah berkapasitas besar lainnya terjadi setelah penembakan massal 2018 di Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, bahwa menyebabkan 17 orang tewas. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top