-->

Sempat Berlarut-larut, Bungo-Dharmasraya Sepakat Sudahi Masalah Tapal Batas Wilayah

Penandatanganan kesepakatan batas wilayah dilakukan oleh Wakil Bupati Bungo, H Safrudin Dwi Aprianto, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Mursidi, disaksikan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Rakhmad Hidayat.



JAMBI, IPHEDIA.com - Setelah bertahun-tahun masalah batas wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dengan Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), tak ada kejelasan akhirnya kedua kabupaten di dua provinsi ini menyudahinya. 

Kabupaten Bungo dan Kabupaten Dharmasraya mengakhiri permasalahan tapal batas wilayahnya dengan menandatangani kesepakatan bersama sekaligus menyudahi permasalahan yang selama ini terjadi di perbatasan kedua wilayah tersebut.

Penandatanganan kesepakatan batas wilayah dilakukan oleh Wakil Bupati Bungo, H Safrudin Dwi Aprianto, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Mursidi, disaksikan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Rakhmad Hidayat, di Jakarta, Kamis.

Penandatanganan kesepakatan tapal batas ini dilakukan oleh Kabupaten Bungo untuk yang kedua kalinya dalam dua hari berturut-turut. Sebelumnya, pada Rabu juga ditandatangani kesepakatan antara Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Dengan adanya kesepakatan itu, permasalahan batas antara Kabupaten Bungo dengan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, yang berlarut-larut selama 21 tahun dan dengan Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumbar berlangsung selama 76 tahun, akhirnya selesai dan disepakati di awal tahun ini.

Kesepakatan yang juga dihadiri oleh Kepala Bagian Administrasi Batas Wilayah Provinsi Kementerian Dalam Negeri, Darmawan itu, berlangsung dengan lancar, dan menandai hari bersejarah ketetapan dan kesepakatan batas wilayah yang sudah jelas antara dua kabupaten perbatasan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat itu.

Sebelumnya, pembahasan tapal batas wilayah antara kedua kabupaten itu berlangsung cukup alot dan masing-masing menyampaikan argumentasinya terkait klaim batas daerah masing-masing. Namun, Kabupaten Bungo memiliki data dan fakta otentik. 

Data dan fakta itu berdasarkan hasil rapat pada tanggal 15 November 2019 di Kantor Gubernur Jambi yang juga dihadiri oleh kedua belah pihak. Akhirnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Dharmasraya dapat menerima seluruh tawaran yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo.

Karena masing-masing pihak memiliki argumentasi sendiri-sendiri hampir 6 jam rapat baru ketemu kesepakatan dan kedua belah pihak langsung menandatangani kesepakatannya.

"Sejak kita merdeka tahun 1945 sampai hari ini sudah hampir 76 tahun baru disepakati dan ditandatangani kesepakatan titik batas antara Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dengan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat," ujar Wakil Bupati Bungo, Safrudin Dwi Aprianto.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, jelas Aprianto, diharapkan dapat diterima oleh masyarakat khususnya yang berada di wilayah daerah perbatasan. Masyarakat tidak ragu lagi dalam berusaha dan dapat menjaga silaturahim serta persaudaraan antar sesama warga di kedua daerah tersebut.

Selain itu, ia juga berharap dengan dengan ditandatanganinya kesepakatan itu menjadi keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat, terutama untuk pemerintahan kedua belah pihak tidak ragu lagi untuk meletakkan kebijakan pembangunan di daerah itu. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top