Sekjen PBB Prihatin Atas Meningkatnya Kekerasan Anti-Asia

Meskipun pernyataan PBB tidak memilih negara mana pun, itu muncul setelah penembakan di Atlanta awal bulan ini yang menewaskan delapan orang, enam di antaranya wanita Asia-Amerika.

Foto: Unsplash

NEW YORK, IPHEDIA.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, prihatin dengan meningkatnya kekerasan terhadap orang Asia dan orang-orang keturunan Asia secara global selama pandemi Covid-19, kata juru bicara PBB, Senin waktu setempat.

Meskipun pernyataan PBB tidak memilih negara mana pun, itu muncul setelah penembakan di Atlanta awal bulan ini yang menewaskan delapan orang, enam di antaranya wanita Asia-Amerika.

Penembakan itu memicu ketakutan di antara mereka yang berada di komunitas Asia-Amerika Kepulauan Pasifik, yang telah melaporkan lonjakan kejahatan rasial sejak Maret 2020 ketika Presiden Donald Trump mulai menyebut Covid-19 sebagai "virus China".

“Dunia telah menyaksikan serangan mematikan yang mengerikan, pelecehan verbal dan fisik, intimidasi di sekolah, diskriminasi di tempat kerja, hasutan untuk kebencian di media dan di platform media sosial, dan bahasa yang menghasut oleh mereka yang memegang posisi kekuasaan,” kata juru bicara PBB, Farhan Haq, melansir Reuters.

"Di beberapa negara, wanita Asia secara khusus menjadi sasaran serangan, menambahkan kebencian terhadap wanita ke dalam campuran kebencian," katanya.

Selama kunjungan ke Atlanta pada Jumat, Presiden AS, Joe Biden, menyesalkan lonjakan kekerasan anti-Asia dan meminta semua orang Amerika untuk berdiri bersama melawan kebencian selama kunjungan ke negara bagian itu. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top