-->

Sebanyak 22 Tahanan Terduga Teroris Jatim Dipindahkan ke Mabes Polri Jakarta

Mereka dipapah anggota Densus 88 Anti-teror yang mengenakan pakaian Brimob warna hitam, pet merah dengan senjata lengkap naik bus yang disediakan menuju Bandara Djuanda dengan tujuan Jakarta.



SURABAYA, IPHEDIA.com - Dengan menggunakan pesawat dari Bandara Djuanda, Surabaya, para terduga teroris berjumlah 22 orang dari berbagai daerah yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI), sekitar pukul 6.45 WIB, diberangkatkan ke Jakarta, Kamis.

Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi, didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, memang hari ini (Kamis) para terduga teroris yang dititipkan di Rutan Polda Jatim diberangkatkan menunju Jakarta. 

"Iya, hari ini kita berangkatkan terduga teroris ke Jakarta," terang Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Menurut Brigjen Pol Slamet, para terduga terorisme ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro dan Malang. 

Disinggung terkait target para teroris di Jawa Timur, imbuh jendral bintang satu ini, tentunya mereka akan melakukan aksi di obyek vital di Jawa Timur dan selama 5 tahun mereka mampu merekrut 50 orang lagi. 

Dengan terus melakukan profilling, ketekunan dan ketelitian akhirnya mereka bisa terdeteksi oleh Densus 88 Anti Teror. Untuk ke depannya, anggota akan terus melakukan deteksi dini agar jaringan terorisme terungkap.
 
Dari pantauan di lapangan, para terduga teroris ini, menggunakan baju warna oranye, mata ditutupi kain hitam dengan tangan diborgol dan kaki kaki mereka dirantai. 

Mereka dipapah anggota Densus 88 Anti-teror yang mengenakan pakaian Brimob warna hitam, pet merah dengan senjata lengkap naik bus yang disediakan menuju Bandara Djuanda dengan tujuan Jakarta. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top