Ribuan Warga Melarikan Diri ke Thailand Setelah Serangan Udara Myanmar

Pesawat Myanmar melakukan tiga serangan pada Minggu malam, menurut Free Burma Rangers, sebuah badan bantuan kemanusiaan yang mengirimkan bantuan medis dan bantuan lainnya kepada penduduk desa.

Foto: AP

YANGON, IPHEDIA.com - Pihak berwenang Thailand di sepanjang perbatasan negara itu dengan Myanmar pada Senin bersiap untuk kemungkinan masuknya lebih banyak penduduk desa etnis Karen yang melarikan diri dari serangan udara baru oleh militer Myanmar.

Pesawat Myanmar melakukan tiga serangan pada Minggu malam, menurut Free Burma Rangers, sebuah badan bantuan kemanusiaan yang mengirimkan bantuan medis dan bantuan lainnya kepada penduduk desa. 

Serangan itu melukai satu anak dengan parah tetapi tidak menimbulkan korban jiwa, kata seorang anggota badan tersebut.

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha pada Senin mengakui masalah di perbatasan barat negaranya dan mengatakan pemerintahnya sedang mempersiapkan kemungkinan masuknya orang.

“Kami tidak ingin ada migrasi massal ke wilayah kami, tapi kami akan mempertimbangkan hak asasi manusia juga,” kata Prayut.

Sekitar 2.500 orang, termasuk 200 siswa, telah menyeberangi Sungai Salween ke provinsi Mae Hong Son di Thailand utara, menurut Burma Free Rangers. Diperkirakan, 10.000 orang diyakini mengungsi di negara bagian Karen utara Myanmar, kata badan itu, melansir AP.

Rekaman video hari Minggu menunjukkan sekelompok penduduk desa, termasuk banyak anak kecil, beristirahat di pembukaan hutan di Myanmar setelah meninggalkan rumah mereka. Mereka membawa harta mereka dalam bundel dan keranjang.

Pemboman itu mungkin merupakan pembalasan terhadap Tentara Pembebasan Nasional Karen karena telah menyerang dan merebut pos militer pemerintah Myanmar pada Sabtu pagi. Kelompok ini memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi rakyat Karen. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top