Ribuan Wanita Protes Menuntut Kesetaraan dan Mengutuk Kekerasan di Spanyol

Di negara di mana hak-hak perempuan berada di garis depan politik dalam beberapa tahun terakhir, demonstrasi terbesar terjadi di pusat kota Barcelona, ​​di mana sebagian besar pengunjuk rasa perempuan yang mengenakan spanduk ungu mengangkat spanduk.



BARCELONA, IPHEDIA.com - Ribuan perempuan melakukan protes di seluruh Spanyol terhadap kekerasan gender dan untuk mendukung persamaan hak pada demonstrasi Hari Perempuan Internasional.

Di negara di mana hak-hak perempuan berada di garis depan politik dalam beberapa tahun terakhir, demonstrasi terbesar terjadi di pusat kota Barcelona, ​​di mana sebagian besar pengunjuk rasa perempuan yang mengenakan spanduk ungu mengangkat spanduk seraya mengatakan: “Ini akan menjadi hari yang bahagia ketika tidak ada dari kita yang hilang."

Unjuk rasa damai dan meriah pada Senin waktu setempat itu dirusak oleh serangan seorang pria yang menyemprotkan merica kepada lima wanita di jalan tempat protes itu diadakan, kata seorang juru bicara pemerintah kota.

Pria itu ditahan oleh polisi setempat dan para wanita itu dilayani oleh petugas medis darurat, kata juru bicara itu, melansir Reuters, Selasa.

Protes Barcelona diizinkan tetapi kehadiran dibatasi pada 3.500 orang, yang harus menjaga jarak sosial karena pandemi.

Di Madrid, pihak berwenang melarang pawai Hari Perempuan setelah ada kritik bahwa demonstrasi tahun lalu membantu menyebarkan virus corona.

Namun menentang larangan tersebut, sekitar 50 wanita memprotes di alun-alun Puerta del Sol yang terkenal di kota itu, dengan beberapa membawa plakat bertuliskan: "Kekerasan pria juga merupakan pandemi." 

Polisi berdiri saat pengunjuk rasa berjalan di sekitar alun-alun dan menyalakan asap ungu.

"Kami di sini untuk mengklaim hak perempuan untuk berdemonstrasi. Sungguh memalukan bahwa pemerintah yang memproklamirkan diri sebagai paling feminis dalam sejarah melarang pawai perempuan pada 8 Maret," kata Josefina Martinez, 42, juru bicara asosiasi feminis.

Sekelompok wanita juga melakukan protes setelah pengacau merusak mural yang menggambarkan wanita terkenal seperti aktivis hak sipil AS, Rosa Parks, dan artis Meksiko, Frida Kahlo, di pinggiran Madrid. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top