Ribuan Pengunjuk Rasa Tuntut Keadilan Korban Pelecehan Seksual di Parlemen Australia

Skandal yang baru-baru ini dilaporkan termasuk tuduhan pemerkosaan terhadap Jaksa Agung Christian Porter, yang membantah keras dugaan penyerangan tahun 1988, dengan mengatakan itu tidak terjadi.

Foto: AFP

CANBERRA, IPHEDIA.com - Ribuan wanita berkumpul di kota-kota besar di seluruh Australia pada hari Senin untuk mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa yang menyerukan kesetaraan dan keadilan gender bagi korban pelecehan seksual.

Demonstrasi Keadilan 4 Maret telah dipicu oleh gelombang baru-baru ini tuduhan pelecehan seksual, diskriminasi dan pelanggaran di beberapa kantor politik tertinggi Australia.

Penyelenggara mengharapkan sekitar 85.000 wanita bergabung dalam aksi unjuk rasa, termasuk satu di ibu kota Canberra di mana dua petisi yang menuntut tindakan akan dikirim ke parlemen.

Delegasi penyelenggara menolak undangan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Scott Morrison secara pribadi.

“Kami telah datang ke taman depan rumahnya,” daka Janine Hendry, salah satu penyelenggara kepada Reuters di luar Gedung Parlemen. 

"Kami berada 200 meter dari kantornya dan tidak pantas bagi kami untuk bertemu di balik pintu tertutup terutama ketika kami berbicara tentang pelecehan seksual yang terjadi di balik pintu tertutup," tambahnya.

Seorang juru bicara Morrison mengatakan ada tawaran tetap untuk pertemuan pribadi dan menolak berkomentar lebih lanjut.

Skandal yang baru-baru ini dilaporkan termasuk tuduhan pemerkosaan terhadap Jaksa Agung Christian Porter, yang membantah keras dugaan penyerangan tahun 1988, dengan mengatakan itu tidak terjadi.

Kemarahan publik terhadap penanganan pemerintah atas dugaan insiden pelecehan seksual mencerminkan sentimen yang terjadi di London selama akhir pekan, di mana protes diadakan setelah pembunuhan Sarah Everard, 33 tahun, yang menghilang saat berjalan pulang pada malam hari.

Di antara pengunjuk rasa yang berkumpul di Canberra, salah satunya memegang papan bertuliskan: “Hancurkan keheningan. Hentikan Kekerasan."

Tuduhan yang melibatkan orang-orang di pemerintahan Morrison diperkirakan akan mendominasi proses parlemen selama dua minggu ke depan.

Baik Porter dan Menteri Pertahanan Linda Reynolds, yang telah dikritik karena gagal melaporkan dugaan pemerkosaan salah satu mantan anggota stafnya oleh yang lain, keduanya sedang cuti sakit. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top