Prihatin dengan Lansia Hidup Sebatang Kara, Bupati Tanjab Barat Menyambanginya

Bupati yang didampingi istri merasa prihatin dengan kondisi nenek serta tempat huniannya yang jauh dari kata layak dan pantas serta bersih. Dalam kunjungannya, Bupati Anwar Sadat memberikan bantuan langsung yang disampaikan ke Titi, salah seorang warga yang selama ini selalu membantu merawat si nenek.




TANJAB BARAT, IPHEDIA.com – Prihatin dengan kondisi nenek Mardiana (100) yang hidup sebatang kara, yang tinggal di Jalan Pangeran Diponegoro Lorong Antasari Rt. 15 Keluarahan Tungkal Harapan, membuat Bupati Tanjungjabung Barat, Anwar Sadat, turun langsung melihat kondisi nenek itu, Senin.

Bupati yang didampingi istri merasa prihatin dengan kondisi nenek serta tempat huniannya yang jauh dari kata layak dan pantas serta bersih.

Dalam kunjungannya, Bupati Anwar Sadat memberikan bantuan langsung yang disampaikan ke Titi, salah seorang warga yang selama ini selalu membantu merawat si nenek.

“Hari ini kita berikan bantuan beras, mie instan, minyak dan uang. Kita titipkan ke yang merawat nenek. Insya Allah, nantinya kita akan berikan bantuan uang sebagai insentif untuk perawatan nenek serta pempes dan kebutuhan lainnya,” terang bupati.

Mengenai kondisi ini, bupati menyampaikan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial demi penanganan nenek ataupun lansia lainnya.

“Nanti kita akan koordinasikan dalam waktu dekat ini. Karena saya baru jadi bupati dan belum tahu mekanismenya bagaimana. Yang jelas saat ini kita bantu agar nenek bisa hidup layak sementara ini," lanjut bupati yang akrab disapa UAS ini.

Tidak hanya itu, Bupati Tanjungjabung Barat, Anwar Sadat, juga berharap nantinya rumah nenek Mardiana ini bisa diperbaiki dan diberikan fasilitas yang layak untuk tempat tinggalnya.

“Ini adalah kewajiban pemerintah kepada warganya dan bentuk dari keprihatinan. Ini juga sebagai pembelajaran bagi Dinas Sosial dan Kesehatan, camat dan lurah. Mereka harus jeli melihat warganya, harus turun ke lapangan. Jangan sampai ada lagi yang seperti ini, yang tidak mendapatkan bantuan. Rasa empati harus kita miliki," tegas bupati. (Vid/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top