-->

Polsek Seputihbanyak Amankan Pelaku Cabul yang Kenal Lewat Facebook

"Penangkapan terhadap pelaku berawal laporan orang tua korban (sebut saja namanya Bunga) ke polisi, Kamis, 18 Maret 2021," ujar Kapolsek Seputihbanyak Iptu Tarmuji, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.



SEPUTIHBANYAK, IPHEDIA.com - AWP alias Agung (19) pelaku perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, warga Kampung Buminabung Utara, Kecamatan Buminabung, Kabupaten Lampung Tengah, diamankan Polsek Seputihbanyak.

"Penangkapan terhadap pelaku berawal laporan orang tua korban (sebut saja namanya Bunga) ke polisi, Kamis, 18 Maret 2021," ujar Kapolsek Seputihbanyak Iptu Tarmuji, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Jumat.

Dikatakan Tarmuji, dalam laporannya ke Mapolsek, orang tua Bunga menceritakan kejadiananaknya yang hilang pada Minggu, 14 Maret 2021. Bahkan, sebelum melapor ke Polsek Seputihbanyak, orang tua korban sempat melapor ke Polsek di wilayah Kabupaten Lampung Timur. 

Di saat melapor, ia juga disarankan oleh petugas untuk melihat alat komukasinya melalui facebook (FB)-nya. Ternyata benar, dari FB itu akhirnya orang tuanya menemukan anaknya sedang bersama seorang pemuda berinisial AWP alias Agung di salah satu rumah makan di Kampung Setiabakti, Kecamatan Seputihbanyak, Lamteng.

Setelah Bunga ditemukan, AWP alias Agung di bawa ke Polsek Lampung Timur. Karena tempat kejadian perkara (TKP)-nya di wilayah Lampung Tengah, dengan didamping personil Lampung Timur, pelaku di bawa Ke Polsek Seputihbanyak. 

Awal pertemuan korban Bunga dengan pelaku setelah mereka chatting (perpesanan) lewat FB. Pelaku minta ketemuan di Rumah Makan Indah Lestari Kampung Setiabakti, Kecamatan Seputihbanyak.

Dari pengakuannya, pelaku membujuk rayu korban akan dijadikan Istri. Setelah itu, Bunga diajak ke kamar di rumah makan tersebut untuk melakukan hubungan layaknya suami Istri sebanyak 4 kali. Kurang lebih sudah 4 hari Bunga diajak menginap di rumah makan itu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 D Jo 81 dan 76 E Jo 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top