-->

Polsek Seputih Mataram Bersama Security PT GPM Ringkus Dua Pelaku Curanmor

"Kedua pelaku warga Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Ramdani, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.



SEPUTIH MATARAM, IPHEDIA.com - Anggota Polsek Seputih Matam bersama security PT GPM menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor).

"Kedua pelaku warga Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Ramdani, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Minggu.

Kedua pelaku itu, masing-masing HI alias Heri (30) warga Lingkungan Capang Kenari Desa Pasar Sukadana, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, dan rekannya EK Als Tino (30) warga Jalan Soekarno Hatta Kampung Terbanggimarga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Dikatakan Ramdani, peristiwa pencurian sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol BE 2992 GS milik korban Riyadi (24) warga Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandarmataram, Lamteng itu, terjadi pada Sabtu, 6 Maret 2021 sekira jam 13.00 WIB. 

Korban Riyadi baru mengetahui sepeda motornya yang di parkirkan di workshop PT GPM sudah raib digondol maling saat ia pulang kerja.

"Dengan adanya kejadian tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa pencurian itu ke Polsek Seputih Mataram," terang Kapolsek.

Setelah menerima laporan korban, anggota Polsek Seputih Mataram dibantu security PT GPM melakukan penyelidikan dan menangkap kedua pelaku berinisial HI alias Heri dan EK alias Tino, berikut barang bukti di rumahnya, Rabu, 24 Maret 2021.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku kita dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," jelas Iptu Ramdani. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top