Petugas Pelayanan Publik di Palembang Mulai Divaksin Covid-19

Jumlah petugas pelayanan publik yang menjadi sasaran vaksinasi di Kota Palembang sebanyak 88.665 orang yang dilaksanakan di 72 fasilitas kesehatan di Kota Palembang.

Ilustrasi

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap petugas pelayanan publik di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mulai dilaksanakan, Selasa.

Untuk vaksinasi tahap kedua dengan sasaran petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang baru menerima 60.000 dosis vaksin Covid-19.

Jumlah petugas pelayanan publik yang menjadi sasaran vaksinasi di Kota Palembang sebanyak 88.665 orang yang dilaksanakan di 72 fasilitas kesehatan di Kota Palembang.

Sebanyak 187 dari total 540 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, menjadi petugas pelayanan publik pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19.

"Satpol PP Palembang menjadi petugas pelayanan publik yang paling awal mendapat suntikan vaksin Covid-19," kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda.

Ia mengatakan, suntikan vaksin kepada petugas Satpol PP ini dilakukan paling awal karena mereka sehari-hari bertugas menyampaikan penyuluhan dan menegakkan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu mengenai vaksinasi terhadap anggotanya, Kepala Satpol PP Palembang, GA Putra Jaya mengatakan, vaksinasi akan membuat personelnya merasa lebih aman dalam menjalankan tugas.

"Mudah-mudahan personel merasa semakin nyaman dalam mengedukasi masyarakat karena sudah divaksin," katanya.

Setelah Satpol PP, vaksinasi selanjutnya yang akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pasokan vaksin dari pemerintah pusat dilakukan kepada petugas perangkat daerah, seperti kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta pejabat setingkat pimpinan BUMN dan BUMD di daerah ini. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top