Perilaku Anti Demokrasi dan Politisasi, AS Pertanyakan Legalitas Penangkapan Mantan Pejabat Bolivia

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Sabtu waktu setempat dalam sebuah pernyataan mempertanyakan tentang legalitas penangkapan itu dan mendesak Bolivia untuk membebaskan para tahanan sambil menunggu penyelidikan independen dan transparan tentang hak asasi manusia dan masalah proses hukum.

Foto: AP

LA PAZ, IPHEDIA.com - Amerika Serikat menyatakan prihatin dengan meningkatnya perilaku anti demokrasi dan politisasi sistem hukum di Bolivia menyusul penangkapan pejabat dari bekas pemerintahan sementara negara itu.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Sabtu waktu setempat dalam sebuah pernyataan mempertanyakan tentang legalitas penangkapan itu dan mendesak Bolivia untuk membebaskan para tahanan sambil menunggu penyelidikan independen dan transparan tentang hak asasi manusia dan masalah proses hukum.

Blinken mengatakan penangkapan tersebut mengancam merusak demokrasi di Bolivia, yang mengadakan pemilihan nasional pada Oktober, melansir AP

Dia mencatat bahwa Uni Eropa, Konferensi Uskup Katolik Bolivia, serta organisasi hak asasi manusia Bolivia dan internasional, juga telah menyatakan keprihatinannya.

Bulan ini, seorang hakim Bolivia memerintahkan mantan presiden sementara Jeanine Áñez ditahan selama empat bulan dalam penahanan preventif menyusul penangkapannya atas tuduhan terkait dengan penggulingan pemimpin Evo Morales tahun 2019, yang oleh para pendukungnya dianggap sebagai kudeta.

Jaksa penuntut menuduh Áñez, yang mengambil alih kursi kepresidenan setelah pengunduran diri dan pengasingan Morales, melakukan terorisme dan hasutan untuk kerusuhan yang menyebabkan penggulingannya. Dia menyebut penahanannya sebagai pelecehan, menyangkal bahwa kudeta telah terjadi.

Hakim juga memerintahkan empat bulan penangkapan preventif untuk dua mantan menterinya. Gerakan Morales Menuju Sosialisme memenangkan pemilihan tahun lalu dengan 55% suara di bawah calon yang dipilih Morales Luis Arce, yang menjadi presiden pada November. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top