-->

Pemprov Babel MoU Distribusi Bahan Bakar dan Gas dengan BRI, Pertamina dan Hiswana Migas

Kesepakatan bersama ini bertujuan menjalin kerja sama untuk penyaluran bahan bakar dan gas yang tepat sasaran, tepat harga dan tepat mutu bagi konsumen pengguna di Bangka Belitung.



JAKARTA / BABEL, IPHEDIA.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, menandatangani MoU tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan untuk Pembelian Bahan Bakar dan Gas antara PT BRI (Persero) Tbk, PT Pertamina Persero Regional Sumbagsel, Hiswana Migas Babel, di Kantor Pusat BRI Jakarta, Selasa.

Kesepakatan bersama ini bertujuan menjalin kerja sama untuk penyaluran bahan bakar dan gas yang tepat sasaran, tepat harga dan tepat mutu bagi konsumen pengguna di Bangka Belitung. Sehingga penyaluran bahan bakar minyak dan gas bisa lebih efektif, efisien dan transparan.

"Saya berharap setelah MoU program ini segera berjalan, kalau bisa sebelum ramadan sudah jalan," ujar Gubernur Erzaldi. 

Gubernur Babel mengatakan, saat ini distribusi gas di Pulau Belitung kurang baik. Dengan program ini diharapkan bisa lebih mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kartu BRI ini dalam pembelian bahan bakar dan gas. Sistem inilah yang menjadi solusi untuk menyelesaikan akar permasalahan distribusi gas di Belitung.

Hal itu, menurut dia, dilatarbelakangi oleh banyaknya pangkalan yang ditemukan menjual harga tidak sesuai HET, banyaknya oknum yang memanfaatkan LPG untuk dijual secara eceran, banyaknya laporan mengenai semrawutnya penyaluran LPG 3 kilo. 

Setelah penandatanganan kesepakatan ini, diperkirakan akhir Maret akan dilakukan launching penerapan LPG Card di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan dimulai di Kota Pangkalpinang.

Dalam kesempatan ini, Bang ER juga berharap program kerja sama lainnya seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bagi petani jahe merah dan porang di Bangka Belitung bisa berjalan. Ke depan, dirinya juga ingin ada kerja sama program KUR BRI untuk tenaga honorer di Pemprov Babel. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top