Nilai Ekspor Timah dan Nontimah Bangka Belitung Turun

Lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan sebesar 69,74 persen. Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah dari provinsi ini.

Kepala BPS Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami

PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Dibandingkan Desember 2020 akhir tahun lalu, pada Januari 2021 awal tahun ini nilai ekspor timah dan nontimah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 100,93 juta dolar AS atau turun 27,33 persen.

"Ekspor timah turun 23,20 persen dan nontimah 41,04 persen," kata Kepala BPS Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, Rabu.

Ia mengatakan, lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan sebesar 69,74 persen. Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah dari provinsi ini.

Ekspor timah yang dikirim ke Singapura pada Januari 2021 sekitar 17,15 persen. Namun, jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya ekspor timah ke negara tetangga ini turun sekitar 40,11 persen.

Pada Januari 2021, Korea Selatan, India, United States, dan Belanda berada dalam empat negara tujuan utama ekspor timah Babel. Peran kempat negara berkisar antara 10,26 persen hingga 17,07 persen.

Sementara, ekspor nontimah Januari 2021 didominasi oleh lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai sebesar 16,86 juta dolar AS atau 88,88 persen dari jumlah ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Peran ekspor nontimah menempati urutan pertama, yakni Myanmar dengan nilai 5,88 juta dolar AS atau sebesar 31,01 persen. Golongan barang yang diekspor ke negara ini keseluruhannya berupa lemak dan minyak hewan/nabati. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top