Menko Luhut Minta Penegak Hukum Berantas Penyelundupan Slag Timah

"Saya minta KPK, TNI, Polri, Kejaksaan, Bakamla untuk serius memberantas tindakan penyeludupan tersebut, apabila ada oknum yang bermain segera proses," tegas Luhut saat rakor secara virtual dengan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, terkait penanganan limbah slag tambang timah.



JAKARTA, BABEL, IPHEDIA.com - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengintruksikan kepada berbagai stakeholder penegakan hukum untuk memberantas penyelundupan slag (peleburan) timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
      
"Saya minta KPK, TNI, Polri, Kejaksaan, Bakamla untuk serius memberantas tindakan penyeludupan tersebut, apabila ada oknum yang bermain segera proses," tegas Luhut saat rakor secara virtual dengan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, terkait penanganan limbah slag tambang timah, Senin.

Ia menjelaskan, Indonesia menduduki peringkat ke-2 persentase cadangan timah terbesar di dunia, dan monasit sebagai mineral ikutan bijih timah dapat dikelola menjadi komoditas bernilai tinggi dan bermanfaat besar seperti industri magnet, baterai, dan advance material.
      
Di samping itu, potensi pemanfaatan limbah timah mengandung unsur Logam Tanah Jarang (LTJ), seperti Thorium, Itrium, Samarium, Uranium, Cerium, Lantanum, serta Neodimium yang digunakan untuk industri elektronika, industri pertahanan, industri kendaraan hybrid. 
      
"Harga penjualan di Babel berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per/kg, bayangkan harga di Internasional, setelah proses pengolahan sekitar $1.000 per/kg. Oleh karena itu, saya minta kita jangan ekspor langsung tapi diolah terlebih dahulu di dalam negeri," jelas Luhut. 
      
Penegasan Menko Luhut Binsar Pandjaitan ini setelah penyampaian Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, mengenai ada dugaan telah terjadi tindakan ilegal oleh oknum pengekspor dalam kasus pengiriman tin slag dari wilayahnya.
      
Gubernur Erzaldi berpendapat, ada oknum pengekspor tin slag yang beralibi melakukan pengiriman antar pulau, padahal hal itu juga termasuk ilegal. Apalagi dalam praktiknya mereka merubah haluan dan mengekspor keluar negeri.

"Kami berupaya kegiatan ini dapat dicegah sehingga proses pemurnian bisa dilakukan di Babel," terang Gubernur Erzaldi. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top