Korea Utara Akui Proyektil yang Ditembakkan ke Laut Timur Uji Coba Taktis Baru

"Pengembangan sistem senjata ini sangat penting dalam memperkuat kekuatan militer negara dan mencegah segala macam ancaman militer," kata Ri Pyong Chol, pemimpin senior yang mengawasi tes tersebut.

Foto Dok: Yonhap

SEOUL, IPHEDIA.com - Korea Utara pada Kamis meluncurkan proyektil taktis tipe baru yang dikembangkan, menurut laporan kantor berita negara KCNA, Jumat.

Laporan tersebut menyarankan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tidak memeriksa peluncuran tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS, Joe Biden, mengatakan pada Kamis bahwa Amerika Serikat tetap terbuka untuk diplomasi dengan Korea Utara meskipun ada uji coba misilnya minggu ini, tetapi memperingatkan akan ada tanggapan jika Korea Utara meningkatkan masalah.

Senjata baru ini didasarkan pada teknologi yang ada dan ditingkatkan untuk membawa hulu ledak seberat 2,5 ton. Sepasang senjata uji coba secara akurat mencapai target sejauh 600 km.

"Pengembangan sistem senjata ini sangat penting dalam memperkuat kekuatan militer negara dan mencegah segala macam ancaman militer," kata Ri Pyong Chol, pemimpin senior yang mengawasi tes tersebut, menurut KCNA, melansir Reuters.

Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan rudal bercat hitam-putih meledak dari kendaraan peluncuran militer.

Korea Utara melakukan peluncuran rudal balistik untuk pertama kalinya dalam waktu sekitar satu tahun pada Kamis, melansir Yonhap, meningkatkan tekanan pada Amerika Serikat ketika pemerintahan Presiden Joe Biden bersiap untuk mengumumkan kebijakan baru di Korea Utara.

Dua rudal jarak pendek, yang diyakini sebagai rudal balistik, ditembakkan ke Laut Timur dari kota timur utara Hamju pada pukul 7:06 pagi dan 7:25 pagi dan terbang sekitar 450 kilometer dengan ketinggian 60 km, menurut laporan Kepala Staf Gabungan.

"Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS sedang menganalisis proyektil secara rinci, menimbang kemungkinan bahwa mereka bisa menjadi rudal balistik jarak pendek," kata seorang perwira JCS. 

Kantor kepresidenan Cheong Wa Dae mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional dan menyatakan "keprihatinan mendalam" bahwa peluncuran rudal itu terjadi di tengah tinjauan kebijakan AS. (rts/yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top