Korea Selatan Berpartisipasi dalam Proyek Bandara di Indonesia

"(Bandara Incheon) akan berinvestasi dalam 30 persen saham dalam proyek bandara senilai 600 miliar won dan mengoperasikan bandara selama 25 tahun berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah Indonesia," kata juru bicara IIAC.

Foto: Yonhap

SEOUL, IPHEDIA.com - Operator bandara utama Korea Selatan mengatakan pada Minggu waktu setempat akan berpartisipasi dalam proyek pengembangan bandara senilai 600 miliar won (US $ 530 juta) di Indonesia.

The Incheon International Airport Corp (IIAC) telah membentuk konsorsium dengan operator bandara milik PT Angkasa Pura 1 (AP1) dan perusahaan konstruksi lokal PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk memperluas bandara Hang Nadim Batam pada tahun 2024, kata IIAC dalam sebuah pernyataan.

"(Bandara Incheon) akan berinvestasi dalam 30 persen saham dalam proyek bandara senilai 600 miliar won dan mengoperasikan bandara selama 25 tahun berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah Indonesia," kata juru bicara IIAC melalui telepon, melansir Yonhap.

Kesepakatan itu adalah kerjasama pengembangan dan pengoperasian bandara luar negeri pertama Korea Selatan, katanya.

Bandara Batam menangani 4,5 juta penumpang pada 2019, dan delapan maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia dan Ryanair saat ini menawarkan 23 rute melalui bandara, kata pernyataan itu.

IIAC telah menerima kesepakatan senilai $ 227 juta untuk mengoperasikan bandara di luar negeri dan menawarkan layanan konsultasi di 15 negara. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top