-->

Kepala BNPB Resmikan Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 di Bangka Belitung

Doni Monardo mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemprov Babel kerjasama dengan TNI dan Polri, serta komponen masyarakat, termasuk relawan, sehingga Provinsi Serumpun Sebalai ini tercatat sebagai provinsi yang relatif dapat mengendalikan kasus Covid-19.



MERAWANG, IPHEDIA.com - Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 di Lingkungan RSUD Dr (HC) Ir Soekarno Provinsi Bangka Belitung diresmikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, didampingi Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Kamis.

"Kasus aktif di Babel di bawah (angka) nasional dan kesembuhan di atas nasional 90 persen, dan angka kematian di bawah nasional 1,54 persen, jadi ini prestasi," kata Kepala BNPB, Doni Monardo.

Doni Monardo mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemprov Babel kerjasama dengan TNI dan Polri, serta komponen masyarakat, termasuk relawan, sehingga Provinsi Serumpun Sebalai ini tercatat sebagai provinsi yang relatif dapat mengendalikan kasus Covid-19.

Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan kepada awak media, keberadaan Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 Bangka Belitung ini, adalah inisiasi dari daerah, dalam hal ini Gubernur Erzaldi dan Direktur Rumah Sakit yang aktif melaporkan ke pemerintah pusat melalui BNPB. 

"Permintaan tersebut kami laporkan kepada beberapa menteri, karena program pendirian rumah sakit ini tidak bisa berdiri sendiri, akan tetapi lintas kementerian, kolaborasi antara antar-menteri," ujar kepala BNPB sambil berpesan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, rumah sakit tersebut dibangun di lahan seluas 5 hektar, yang berada di areal RSUP DR (HC) Ir Sukarno. Dibangun awal November 2020 dan selesai Desember 2020. 

Rumah sakit ini memiliki 100 tempat tidur, 25 untuk pasien sakit kronis dan 75 tempat tidur untuk pasien tahap observasi.

Menurutnya, pemprov mendapatkan fasilitas pembangun rumah sakit dari pemerintah pusat melalui BNPB sebagai bentuk penghargaan kepada provinsi yang ia pimpin mampu peringkat ke-2 dalam penanggulangan Covid-19 tahun 2020. 

"Rumah sakit ini mulai beroperasi 21 Januari 2021, sekarang sudah ada pasien 10 orang alih rawat dari Wisma Karantina BKPSDMD Babel dan Asrama Haji Karantina Babel," ungkap Gubernur Erzaldi.

Oleh karena itu, Bang ER --sapaan akrab Erzaldi, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, terkhusus kepada BNPB dan Kementerian PUPR.

"Rumah sakit ini bagian dari program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19, dilengkapi dengan peralatan canggih, saya yakin nantinya masyarakat dapat dilayani dengan peralatan yang memenuhi standar, serta didukung oleh tenaga paramedis handal dan profesional," kata gubernur yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Babel di masa pandemi itu.

Untuk diketahui, Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 Provinsi Bangka Belitung berdiri dengan luas bagunan 3.244 m2 terdiri dari, bangunan isolasi 25 unit 25 tempat tidur, bangunan observasi 15 unit 75 tempat tidur dan bangunan screening luas 292,95 m2.

Kemudian, bangunan satelit operasional luas 98,21 m2, bangunan satelit bersih luas 104,06 m2, bangunan gas medis luas 40,00 m2, ruang pompa dan GWT luas 35,07 m2, power house luas 71,98 m2, gardu PLN luas 9,00 m2. Rumah sakit juga dilengkapi area parkir, area terbuka hijau.

Pengembangan ini diharapkan dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya dan Indonesia pada umumnya. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top