Kenya Perintahkan Penutupan Dua Kamp yang Menampung Ratusan Ribu Pengungsi

Kamp pengungsi Dadaab dan Kakuma di Kenya utara menampung lebih dari 410.000 orang. Sebagian kecil dari mereka berasal dari Sudan Selatan.

Foto: CNN

NAIROBI, IPHEDIA.com - Kenya memerintahkan penutupan dua kamp luas yang menampung ratusan ribu pengungsi dari negara tetangga Somalia dan memberi waktu dua minggu kepada Badan Pengungsi PBB (UNHCR) untuk mempresentasikan rencana melakukannya, kata kementerian dalam negeri.

Kamp pengungsi Dadaab dan Kakuma di Kenya utara menampung lebih dari 410.000 orang. Sebagian kecil dari mereka berasal dari Sudan Selatan.

Pihak berwenang di Nairobi pertama kali mengumumkan niat mereka untuk menutup kamp Dadaab, yang lebih dekat ke perbatasan dengan Somalia daripada Kakuma, pada tahun 2016 itu, dengan alasan masalah keamanan nasional.

Fred Matiang'i, menteri dalam negeri, pada Rabu waktu setempat memberi UNHCR 14 hari untuk menyusun rencana penutupan Dadaab dan Kakuma, kata kementeriannya dalam sebuah tweet, seraya menambahkan bahwa tidak ada ruang untuk pembicaraan lebih lanjut tentang masalah tersebut.

UNHCR mendesak Kenya untuk memastikan bahwa mereka yang membutuhkan perlindungan terus mendapatkannya, dan berjanji untuk terus terlibat dalam dialog.

"Keputusan itu akan berdampak pada perlindungan pengungsi di Kenya, termasuk dalam konteks pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung," katanya dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters, Kamis.

Upaya pemerintah Kenya untuk menutup Dadaab pada 2016 diinformasikan oleh laporan intelijen yang menunjukkan dua serangan besar terhadap sasaran Kenya pada 2013 dan 2015 terjadi dengan keterlibatan elemen di kamp. Rencana itu dibantah oleh pengadilan tinggi, yang menyebut langkah itu tidak konstitusional.

Kamp itu didirikan tiga dekade lalu dan pernah menjadi kamp pengungsi terbesar di dunia, yang pada puncaknya menampung lebih dari setengah juta orang yang melarikan diri dari kekerasan dan kekeringan di Somalia.

Kakuma, yang terletak di barat laut, adalah rumah bagi lebih dari 190.000 pengungsi, beberapa berasal dari tetangganya, Sudan Selatan. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top