Kelas Pendongeng Cilik Indonesia, Langkah Awal Kembangkan Literasi Anak di Babel

"Bagi anak-anak yang senang bercerita, inilah waktu untuk mengembangkan bakatnya. Karena tidak semua orang bisa mendongeng, apalagi zaman sekarang," tutur Bunda Melati.



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Penasehat Kampung Dongeng Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi mengatakan, tidak semua orang dapat mendongeng secara baik, karenanya kegiatan pelatihan kecakapan mendongeng dapat melatih anak-anak dalam mengembangkan talenta dan literasi.

Hal itu disampaikan Bunda Melati ketika membuka secara langsung kegiatan Kelas Pendongeng Cilik Indonesia di Babel, yang berlangsung di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Sabtu.

"Bagi anak-anak yang senang bercerita, inilah waktu untuk mengembangkan bakatnya. Karena tidak semua orang bisa mendongeng, apalagi zaman sekarang," tutur Bunda Melati. 

Harapannya, kegiatan ini sebagai langkah pertama untuk meningkatkan literasi anak-anak di Babel. Untuk itu, kepada peserta pendongeng cilik Babel Bunda Melati berpesan agar anak-anak rajin membaca supaya dapat memperkaya kosakata dalam bercerita. 

"Dongeng salah satu media kita untuk menyampaikan pesan dari kegiatan yang menyenangkan. Melalui dongeng kita dapat menyampaikan pesan positif, pesan moral, dan pesan lainnya yang mudah dipahami oleh seseorang," tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Bunda Melati yang juga sebagai Bunda PAUD Babel, merasa senang apalagi kegiatan pelatihan dongeng untuk pertama kali diselenggarakan di Babel. Dengan kegiatan seperti ini banyak hal positif yang didapat oleh anak-anak. Ditambah lagi pengaruh teknologi di era digitalisasi yang tak terbendung saat ini. 

"Salah satu cara kita bagaimana menjauhkan anak-anak dari penggunaan gadget yang tidak wajar adalah melalui kegiatan mendongeng seperti ini lah yang tepat, dan kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak yang lainnya. Gadget sebenarnya tidak salah, tetapi penggunaannya terkadang kurang tepat," pungkas istri orang nomor satu di Babel ini.

Desri Susilawani, Ketua Kampung Dongeng Babel sekaligus Ketua Kegiatan Kelas Pendongeng Cilik Indonesia di Babel menuturkan kepada awak media bahwa, kegiatan ini mengumpulkan beberapa anak dengan sangat terbatas karena situasi Covid - 19.

"Untuk kegiatan pertama di Babel, Kelas Pendongeng Cilik Indonesia, kita hanya menerima 20 orang anak dan kegiatan ini berlangsung 2 hari mulai tanggal 27 hingga 28 Maret 2021di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur," ungkap Ketua Kampung Dongeng Babel yang kerap disapa Kak Desri ini. 

Menurutnya, kegiatan ini ditargetkan dapat menemukan bakat-bakat anak untuk kembali menghidupkan dunia dongeng khususnya di Babel, mengingat saat ini dunia dongeng ini sudah dilupakan oleh anak-anak maupun orang tua. 

"Kita ingin menghidupkan kembali dunia dongeng bagi anak-anak kita, karena melalui dongeng kita lebih mudah untuk menyampaikan pesan. Melalui dongeng, pesan yang disampaikan mudah di pahami oleh seseorang," jelasnya.

Karena kegiatan ini berkelas tentunya kegiatan tersebut berkelanjutan ke tingkat nasional. "Di sini yang namanya kelas tentu nanti ada peringkatnya. Dari 3 anak yang terbaik nanti akan dilibatkan di kegiatan nasional langsung di bawah bimbingan Kak Awam Prakoso sebagai founder Kampung Dongeng Indonesia sekaligus sebagai ketua umumnya," terangnya. 

Kegiatan ini tak hanya di sambut baik oleh semua kalangan masyarakat, tetapi juga mendapat dukungan dari Pemprov Babel. Kelas Dongeng Cilik Indonesia ini beragendakan workshop kecakapan mendongeng, coaching komposisi literasi, mentoring aktivitas literasi, serta unjuk bakat dan keterampilan. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top