Kecam Latihan Militer, Kementerian Pertahanan Korsel Serukan Korea Utara Bersikap Fleksibel

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, membuat ancaman tersebut, menuduh Korsel bermusuhan karena terus maju dengan latihan militer musim semi dengan Amerika Serikat yang dimulai pada 8 Maret dan berlanjut hingga Kamis.



SEOUL, IPHEDIA.com - Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Selasa mendesak Korea Utara untuk memiliki sikap fleksibel dan menerapkan perjanjian militer antar-Korea setelah Pyongyang mengancam akan membatalkan pakta tersebut karena latihan gabungan Seoul dengan Amerika Serikat.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, membuat ancaman tersebut, menuduh Korsel bermusuhan karena terus maju dengan latihan militer musim semi dengan Amerika Serikat yang dimulai pada 8 Maret dan berlanjut hingga Kamis.

"Seperti yang telah kami ulangi, latihan gabungan Korea-AS adalah latihan pos komando yang telah dilakukan secara teratur dan bersifat defensif," kata juru bicara kementerian Boo Seung-chan dalam pengarahan reguler.

"Sikap kami adalah bahwa Korea Utara harus mengambil sikap yang fleksibel, seperti menanggapi tawaran dialog kami, untuk pembentukan perdamaian permanen dan solid di Semenanjung Korea," tambahnya, melansir Yonhap.

Di bawah Perjanjian Militer Komprehensif (CMA) 2018, kedua Korea sepakat untuk menghentikan semua tindakan bermusuhan satu sama lain dan menetapkan zona penyangga di sepanjang perbatasan udara, darat, dan laut mereka untuk mengurangi ketegangan dan mencegah bentrokan yang tidak disengaja.

"Perjanjian tersebut telah memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di semenanjung, dan ketegangan militer juga telah mereda berkat perjanjian tersebut," imbuh Boo menekankan.

Saudari pemimpin Korea Utara itu juga mengatakan Korea Utara akan membubarkan organisasinya yang menangani urusan lintas batas dan dialog, dengan mengatakan tidak ada alasan bagi entitas seperti itu untuk ada lagi.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari sebelum Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengunjungi Korea Selatan untuk pembicaraan aliansi "dua ditambah dua" dengan rekan mereka di Korea Selatan, di mana Korea Utara diharapkan menjadi topik utama. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top